Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis literasi digital sebagai upaya preventif terhadap radikalisme online pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur sistematis, wawancara mendalam dengan 15 guru PAI, Focus Group Discussion (FGD) dengan 30 siswa SMA, dan validasi ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI berbasis literasi digital yang dikembangkan mencakup lima komponen utama: (1) integrasi kewargaan digital dengan nilai-nilai Islam, (2) pengembangan berpikir kritis terhadap konten online, (3) penguatan karakter berbasis moderasi beragama, (4) pemanfaatan teknologi edukatif, dan (5) keterlibatan orang tua dan komunitas. Validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 87,5% dengan kategori sangat layak. Implikasi penelitian ini memberikan kerangka kerja komprehensif bagi pengembang kurikulum dan praktisi pendidikan dalam mengintegrasikan literasi digital ke dalam pembelajaran PAI untuk mencegah radikalisme online di kalangan siswa SMA.
Copyrights © 2026