Latar Belakang: Kecemasan merupakan emosi dasar yang normal muncul dalam kelangsungan hidup setiap individu manusia. Kecemasan yang meningkat secara patologis dapat dianggap sebagai gangguan kecemasan umum yang ditandai dengan kecemasan dan kekhawatiran yang berkepanjangan dan berlebihan yang dapat terjadi tanpa batas waktu dalam keadaan tertentu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penggunaan obat anti-kecemasan pada pasien dengan gangguan kecemasan umum di salah satu Rumah Sakit Swasta Kota Bekasi pada periode 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional, non-probability study dengan data retrospektif. Sampel yang digunakan adalah 85 rekam medis pasien dengan gangguan kecemasan umum dengan mayoritas pasien adalah perempuan (53%). Data yang terkumpul disajikan dalam bentuk persentase, tabel dan grafik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan Evaluasi penggunaan obat pasien dengan gangguan kecemasan komprehensif menunjukkan penggunaan obat tunggal sebanyak 2 pasien dan obat kombinasi sebanyak 83 pasien, pengobatan didominasi oleh SSRI, Antipsikotik, dan Benzodiazepin. Penilaian akurasi berdasarkan 4 parameter, yaitu indikasi tepat (100%), obat tepat (79%), dosis tepat (67%), ketidaktepatan obat (21%) dan ketidaktepatan dosis (33%). Simpulan: Temuan ini menyoroti perlunya peningkatan ketepatan dosis dan manajemen pengobatan. Penelitian di masa mendatang sebaiknya menggunakan desain prospektif untuk menilai dosis, durasi, efek samping, dan interaksi obat untuk perawatan pasien yang lebih komprehensif.