Gedung Tokong Nanas Telkom University berfungsi sebagai pusat kegiatan akademik dengan jumlah pengguna yang sangat tinggi, baik mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan. Infrastruktur jaringan nirkabel yang tersedia saat ini masih menggunakan standar Wi-Fi generasi sebelumnya, sehingga belum mampu mengakomodasi kebutuhan konektivitas yang terus meningkat. Permasalahan utama yang dihadapi adalah keterbatasan jangkauan sinyal, kualitas Received Signal Strength Indicator (RSSI) yang tidak merata, serta keterbatasan kapasitas dalam menangani kepadatan trafik harian lebih dari 7.000 pengguna. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini berfokus pada perancangan dan analisis jaringan Wi-Fi 6 (IEEE 802.11ax) sebagai solusi yang lebih adaptif. Teknologi Wi-Fi 6 menghadirkan fitur utama seperti Orthogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA), Multi-User Multiple Input Multiple Output (MU-MIMO), dan modulasi 1024-QAM yang secara signifikan dapat meningkatkan efisiensi kanal, memperbesar kapasitas, serta menurunkan latensi jaringan. Metodologi penelitian meliputi pengumpulan data kebutuhan trafik pengguna, drafting layout gedung berbasis lantai, pemodelan propagasi menggunakan COST-231 Multiwall Indoor, serta simulasi heatmap untuk mengevaluasi cakupan sinyal dan kebutuhan access point (AP). Hasil perancangan menunjukkan bahwa untuk memastikan kualitas layanan sesuai standar (RSSI > –67 dBm), dibutuhkan 158 AP yang tersebar merata pada seluruh lantai, meningkat dibandingkan jumlah eksisting sebanyak 97 AP. Peningkatan jumlah AP tersebut berdampak langsung pada cakupan sinyal yang lebih stabil, kapasitas koneksi yang lebih besar, serta berkurangnya area dengan sinyal lemah. Dengan demikian, penerapan Wi-Fi 6 terbukti layak sebagai infrastruktur jaringan nirkabel di Gedung Tokong Nanas, serta dapat menjadi acuan perancangan pada gedung akademik lain dengan tingkat kepadatan pengguna yang serupa Kata kunci— Wi-Fi 6, IEEE 802.11ax, RSSI, jaringan nirkabel, Tokong Nanas