Masalah pengelolaan limbah di perguruan tinggi masih menjadi tantangan rumit akibat rendahnya kepedulian separasi sampah dan terbatasnya sistem monitoring real-time. Kondisi ini sering menimbulkan akumulasi limbah yang tidak optimal sehingga berdampak buruk bagi ekosistem. Sebagai respons dikembangkan wadah sampah cerdas berbasis Internet of Things (IoT). Perangkat ini mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasikan tiga kategori limbah yaitu logam, organik, dan anorganik dengan sensor proximity, gas, serta ultrasonik. Mikrokontroler ESP32 berfungsi sebagai pemroses utama untuk mengkoordinasikan sensor sekaligus mentransmisikan informasi ke platform cloud. Data kategori sampah dan kapasitas wadah dapat diakses melalui aplikasi SmartBin pada Android. Aplikasi menyediakan notifikasi otomatis ketika volume sampah mencapai batas maksimal dan menampilkan informasi status tempat sampah secara real-time. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem bekerja stabil dalam klasifikasi maupun monitoring, sehingga memudahkan manajemen limbah berbasis digital. Inovasi ini berpotensi menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan limbah, sekaligus mendorong partisipasi publik dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan akademik dan infrastruktur publik. Dengan memanfaatkan teknologi IoT, sistem ini tidak hanya mendukung efisiensi pengelolaan tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap praktik pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Kata kunci : Aplikasi, IoT, Tempat Sampah