Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perdagangan dan Mobilitas Antar Regional Kota Payakumbuh: Perkembangan dan Kontribusinya dalam Pertumbuhan Perekonomian Daerah Dita Septia; Widadia Salwa Naura; Diva Suci Shefila; Chenia Aviva Gusni; Ghani Harleyano; Veza Andre; Fazila Nashwa Sahira; Nurul Fadila; Putri; Fadhlan Ihsan Alhadi; Roito Rince Simanjuntak; Sri Wahyuni; Bismi Wantisky; Tasya Anjelina; Nashiwa; Revan Hidayatullah; Ario Hernest Hadinata; Adib
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines trade and the movement of production factors between regions in Payakumbuh City and their impact on local economic growth. This study applies a descriptive qualitative approach through a literature review method by examining data sourced from the Central Statistics Agency (BPS) and various relevant scientific literature. The findings show that the wholesale and retail trade sectors play an important role in supporting the economy of Payakumbuh City. In 2024, this sector contributed 24.08 percent of the total Gross Regional Domestic Product (GRDP), which was recorded at Rp 9.42 billion. As a city with a strategic position as a center for the transfer of goods in the eastern region of West Sumatra, Payakumbuh acts as a center for distribution and economic activities that cross various regions. In comparison with the city of Bukittinggi, it can be seen that the two cities have complementary economic patterns, with Payakumbuh excelling in agriculture (Rp 524.23 million) and construction (Rp 1.29 billion), while Bukittinggi is more dominant in trade, contributing 34.51% of the GRDP, and tourism. Trade relations between the two cities are established through three main routes, namely Payakumbuh, Piladang, Bukittinggi, Payakumbuh, Lintau, Bukittinggi, and Payakumbuh, Pasaman, Bukittinggi, which form an integrated economic system. The impact of interregional trade includes economic aspects such as an increase in GRDP and economic sector diversity, social aspects such as social integration and population mobility, and infrastructure aspects such as improvements in road quality and facilities supporting trade activities.   Keywords: Interregional Trade, Transfer Of Production Factors, GRDP, Payakumbuh, Bukittinggi, Regional Economic Growth   Abstrak Penelitian ini menelaah tentang perdagangan dan perpindahan faktor produksi antar daerah di Kota Payakumbuh serta dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode studi pustaka dengan meninjau data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta berbagai literatur ilmiah relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sektor perdagangan besar dan eceran memainkan peran penting dalam mendukung perekonomian Kota Payakumbuh. Pada tahun 2024, sektor ini menyumbang 24,08 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yang tercatat sebesar Rp 9,42 miliar. Sebagai kota yang memiliki posisi strategis sebagai pusat peralihan barang di wilayah timur Sumatera Barat, Payakumbuh berperan sebagai pusat distribusi serta aktivitas ekonomi yang melintasi berbagai daerah. Dalam perbandingan dengan Kota Bukittinggi, terlihat bahwa kedua kota memiliki pola ekonomi yang saling melengkapi, di mana Payakumbuh unggul di bidang pertanian sebesar Rp.524,23 juta dan konstruksi sebesar Rp.1,29 miliar, sedangkan Bukittinggi lebih dominan dalam bidang perdagangan dengan kontribusi 34,51% dari PDRB dan pariwisata. Hubungan perdagangan antara kedua kota terjalin melalui tiga jalur utama, yaitu Payakumbuh, Piladang, Bukittinggi, Payakumbuh, Lintau, Bukittinggi, dan Payakumbuh, Pasaman, Bukittinggi, yang membentuk suatu sistem ekonomi yang terintegrasi. Dampak dari perdagangan antar daerah ini mencakup aspek ekonomi seperti peningkatan PDRB serta keragaman sektor ekonomi, aspek sosial seperti integrasi sosial dan mobilitas penduduk, serta aspek infrastruktur seperti peningkatan kualitas jalan raya dan fasilitas pendukung aktivitas perdagangan.   Kata kunci: Perdagangan Antar Daerah, Perpindahan Faktor Produksi, PDRB, Payakumbuh, Bukittinggi, Pertumbuhan Ekonomi Daerah