ABSTRACT Penelitian studi kasus ini mengkaji seorang anak laki-laki berusia 7 tahun yang menunjukkan perilaku berjalan jinjit secara konsisten, yang mengindikasikan adanya hambatan motorik kasar serta permasalahan dalam proses sensori integrasi, khususnya pada aspek keseimbangan, propriosepsi, dan koordinasi gerak. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hambatan tersebut serta merancang intervensi motorik yang mampu meningkatkan kemampuan integrasi sensori dan fungsi motorik anak. Melalui asesmen komprehensif meliputi wawancara, observasi kelas, tes psikologi Bender Gestalt, dan checklist motorik informal ditemukan bahwa subjek memiliki kemampuan visual-motorik dan kognitif yang baik, namun menunjukkan kesulitan dalam mengolah input sensorik tubuh dan mengontrol gerakan secara adaptif. Perilaku jinjit muncul dalam berbagai situasi dan lebih sering terjadi ketika anak mengalami ketegangan emosional atau overstimulasi sensorik. Intervensi diberikan melalui latihan motorik kasar berbasis sensori integrasi, seperti berjalan di papan titian, melompat, menyeimbangkan tubuh di atas bola besar, dan permainan koordinatif lempar-tangkap. Latihan ini dirancang untuk menstimulasi sistem vestibular dan proprioseptif agar anak mampu menghasilkan pola gerak yang lebih stabil. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan keseimbangan, koordinasi, serta penurunan frekuensi jalan jinjit. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi latihan motorik terstruktur dan dukungan emosional yang konsisten efektif dalam meningkatkan integrasi sensori dan perkembangan motorik kasar pada anak usia sekolah dasar.