Pertumbuhan pesat sektor Food and Beverage (F&B) di Indonesia, yang menyumbang lebih dari 36% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas, mendorong munculnya model bisnis inovatif. Pondasi Warga hadir sebagai pelopor konsep “One Stop Breakfast” berbasis sosial dengan mengusung semangat “Warga Bantu Warga”. Meskipun memiliki potensi besar dalam pemberdayaan masyarakat, Pondasi Warga dihadapkan pada tantangan dan risiko bisnis yang kompleks, terutama seiring dengan perluasan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi jenis serta faktor penyebab risiko yang dihadapi, serta merumuskan strategi manajemen risiko yang efektif untuk menjaga keberlanjutan usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Enterprise Risk Management (ERM) berdasarkan kerangka COSO (Committee of Sponsoring Organizations). Data primer diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara dengan manajemen Pondasi Warga, didukung data sekunder dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) terkait inflasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pondasi Warga menghadapi beberapa risiko utama pada level Tinggi (High Risk) di berbagai aspek, termasuk Risiko Operasional, Risiko Lingkungan, Risiko Keuangan, Risiko Pasar, dan Risiko Pemasaran. Untuk memitigasi risiko-risiko tersebut, direkomendasikan strategi proaktif, seperti menjalin kontrak jangka panjang dengan pemasok, menetapkan safety stock, membuat jadwal maintenance rutin dengan alokasi maintenance fund, serta menerapkan strategi pemasaran yang fleksibel (promo/bundling) sebagai respons terhadap perubahan kondisi ekonomi. Penerapan ERM secara terintegrasi ini diharapkan dapat memperkuat daya tahan (resilience) dan daya saing Pondasi Warga dalam jangka panjang.