Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Budaya Betawi Di Persimpangan Globalisasi : Upaya Menjaga Identitas Lokal Prajna Paramitha Marhaeni; Kezia Alexandra Emor; Dias Amaliah Kangiden; Alma Silvi; Jap Tji Beng
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3180

Abstract

Budaya Betawi sebagai simbol identitas lokal masyarakat Jakarta saat ini menghadapi tantangan besar akibat derasnya arus globalisasi, modernisasi, dan urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika budaya Betawi, proses akulturasi yang membentuknya, serta pengaruh perubahan sosial terhadap keberlanjutan budaya tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada 8 tokoh dan pelaku budaya Betawi yang tersebar di beberapa wilayah Jakarta, yaitu Menteng, Senen, Setu Babakan, Tanjung Priok, Condet, Kampung Melayu, Kemayoran, dan kawasan Taman Mini Indonesia Indah  (TMII). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Betawi terbentuk melalui proses sejarah panjang yang melibatkan akulturasi dengan berbagai bangsa, seperti Cina, Arab, Belanda, Portugis, dan India. Pengaruh tersebut tercermin dalam seni pertunjukan tradisional seperti Lenong dan Gambang Kromong, kuliner khas, bahasa sehari-hari, serta berbagai tradisi dan upacara adat. Namun, perkembangan zaman, dominasi budaya populer, dan minimnya minat generasi muda menyebabkan semakin memudarnya praktik budaya tradisional di kehidupan sehari-hari.Upaya pelestarian yang telah dilakukan, seperti pengembangan kawasan wisata budaya Setu Babakan, dinilai belum cukup jika tidak diiringi dengan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan strategi pelestarian yang adaptif melalui pendidikan berbasis budaya lokal, pemanfaatan media digital, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan komunitas seni agar budaya Betawi tetap lestari dan relevan tanpa kehilangan identitas aslinya.
Hubungan antara Narcissistic Trait dan Perilaku Self-Presentation di Instagram pada Dewasa Muda Kezia Alexandra Emor; Ninawati Ninawati
YASIN Vol 5 No 6 (2025): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v5i6.8534

Abstract

The use of Instagram as a medium for self-expression has become increasingly dominant among young adults and has sparked academic interest in the personality factors that shape such behavior. This study aimed to examine the relationship between narcissistic traits and self-presentation behavior on Instagram among young adults. A quantitative correlational design was employed with 305 participants aged 18–25 years who were active Instagram users, recruited using convenience sampling. Measurements were conducted using the NPI-16 and POSSA and analyzed with Spearman’s rho. The results showed no significant relationship between narcissistic traits and self-presentation behavior on Instagram (r = 0.004; p = 0.941). These findings indicate that self-presentation behavior on Instagram among young adults is not primarily influenced by narcissistic traits but is likely shaped by other factors beyond the scope of this study, such as social needs, characteristics of the digital environment, or purposes of social media use. This study is expected to serve as a reference for further research on social media user behavior, particularly in identifying other psychological variables and digital contextual factors related to self-presentation patterns.