Pemasaran ramah lingkungan merupakan pengembangan dan pemasaran produk yang dirancang untuk meminimalkan efek negatif pada lingkungan fisik atau untuk memperbaiki lingkungan. Konsumen yang sadar lingkungan cenderung bersedia membayar lebih untuk produk ramah lingkungan (green product). Salah satu produk yang mengusung konsep green adalah produk air minum dalam kemasan (AMDK). Banyaknya pelaku usaha produk air minum dalam kemasan di Indonesia dapat menyebabkan timbulnya persaingan dalam meraih konsumen. Oleh sebab itu, para pelaku usaha produk air minum dalam kemasan harus memiliki strategi yang tepat agar calon konsumen memiliki niat beli pada produk yang dipasarkan. Populasi penelitian adalah individu yang memiliki niat untuk membeli produk Le Minerale di Purworejo. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 120 responden. Sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dengan pilihan jawaban menggunakan Likert Scale yang telah diujicobakan dan memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Analisis data dengan deskriptif dan inferensial. Hasil analisis menunjukkan 1) Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara green knowledge terhadap niat beli. Hal ini dapat dilihat dari nilai t sebesar 2,955 > 1,96 dengan nilai signifikansi sebesar 0,004 < 0,05, 2) Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara green attitude terhadap niat beli. Hal ini dapat dilihat dari nilai t sebesar 3,191 > 1,96 dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 < 0,05, 3) Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara environmental concern terhadap niat beli. Hal ini dapat dilihat dari nilai t sebesar 2,170 > 1,96 dengan nilai signifikansi sebesar 0,032 < 0,05, 4) Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara green knowledge, green attitude, dan environmental concern secara simultan terhadap niat beli. Hal ini dapat dilihat dari nilai F sebesar 34,191 > 4 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, 5) Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,469. Artinya, green knowledge, green attitude, dan environmental concern memberikan sumbangan sebesar 46,9% terhadap niat beli, dan sisanya sebesar 53,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian in