Penelitian ini bertujuan untuk menguak rahasia makna hakiki dan majazi dalam Kalam Khabar. Kalam Khabar merupakan bagian dari pembahasan Ilmu Ma'ani dalam disiplin Balaghah. Ilmu Balaghah sendiri adalah ilmu yang membahas keindahan susunan kata bahasa Arab agar perkataan sesuai dengan tujuannya. Kalam Khabar didefinisikan sebagai perkataan yang mengandung kemungkinan benar (sesuai kenyataan) atau dusta (tidak sesuai kenyataan). Secara umum, tujuan pengungkapan Kalam Khabar dibagi menjadi dua makna hakiki (tujuan sebenarnya): Faidah al-Khabar: Memberi tahu kepada lawan bicara mengenai hukum yang terkandung dalam pembicaraan karena mereka belum tahu sama sekali. Lazimul Khabar (Lazimul Faidah): Memberi tahu bahwa si pembicara mengetahui hukum yang terkandung di dalamnya, diucapkan kepada orang yang sudah tahu isinya agar tidak mengira si pembicara tidak tahu berita tersebut. Selain itu, Kalam Khabar juga memiliki Makna Majazi (tujuan tersirat/kiasan) yang digunakan untuk menyampaikan makna lain. Beberapa tujuan majazi tersebut antara lain: Al-Fakhr (kebanggaan), Izhar al-Dha'f (menampakkan kelemahan), Al-Tahassur (penyesalan), dan Al-Istirham (memohon belas kasih). Adapun macam-macam Kalam Khabar diklasifikasikan berdasarkan keadaan mitra tutur (mukhatab) dan cara penyampaiannya: Khabar Ibtida'i: Digunakan ketika mukhatab bebas (tidak tahu) dari hukum, disampaikan tanpa penguat (taukid). Khabar Thalabi: Digunakan ketika mukhatab ragu-ragu, disampaikan dengan satu taukid. Khabar Inkari: Digunakan ketika mukhatab mengingkari isi berita, wajib disertai penguat (satu atau lebih) sesuai tingkat keingkarannya.