Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT OLEH JURUSAN BAHASA DAN SASTRA ARAB UIN ALAUDDIN MAKASSAR: MEMBANGUN JEMBATAN KEILMUAN BAHASA DAN SASTRA (DI PONDOK PESANTREN AL-IKHLASH ADDARY DDI TAKKALASI KABUPATEN BARRU) Khaerun Nisa Nuur; Baso Pallawagau; Mohamad Harjum; Muhammad Saleh; Anwar Abd Rahman; Muhsin; Husni Mubarak
JURNAL KHAZANAH PENGABDIAN Vol 6 No 2 (2024): KHAZANAH PENGABDIAN
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community service is the main principle upheld by higher education institutions in fighting for the empowerment and advancement of society. This paper aims to illustrate the important role of the Department of Arabic Language and Literature at UIN Alauddin Makassar in implementing community service programs, with a case study at Pondok Pesantren al-Ikhlash Addary DDI Takkalasi, Barru Regency. Through a qualitative approach and direct observation, this article discusses the various service activities carried out by the department in improving the quality of life and empowering the local community. The results show that the role of the Department of Arabic Language and Literature is very significant in making a positive contribution to the pesantren and the surrounding community, especially in terms of scientific development and cultural maintenance.
PENGUATAN LITERASI BAHASA ARAB MELALUI KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNTUK MENDORONG KETERAMPILAN MEMBACA DAN MENULIS SANTRI DI SULAWESI BARAT Khaerun Nisa Nuur; Muhammad Yusuf; Baso Pallawagau; Mohamad Harjum; Afifuddin; Muhammad Saleh; Muhammad Nur Abduh; Moh Rafli
DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement Vol. 4 No. 2 (2025): Juni
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/djce.v4i2.2329

Abstract

This research focuses on efforts to improve Arabic literacy skills among santri in West Sulawesi by integrating a community service approach. Through collaboration between pesantren, communities, and various related parties, this research examines the impact of such collaboration on Arabic reading and writing skills. Using a qualitative approach and case studies of two Islamic boarding schools, data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings show that the community service-based approach has successfully promoted the improvement of santri's Arabic literacy skills, with a significant contribution of pesantren and community collaboration in the quality of learning. This research confirms the importance of sustainable synergy between pesantren and communities in advancing Arabic literacy, which also has the potential to be applied in other areas with similar contexts.
Kata Kerja Trilateral (Fi'il Tsulatsi) dalam Hadit-Hadits tentang Keimanan dari Kitab Shahih Bukhari (Studi Analisis Morfologi) Najmuddin Abd Safa; Mohamad Harjum; Noor Aziziah
Lentera Jurnal Vol 1 No 2 (2025): Studi Islam Kontemporer: Pendekatan Interdisipliner terhadap Penelitian Teks, Huk
Publisher : Danudirja Setyabudi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64271/j1zgv170

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk-bentuk kata kerja trilateral (fi'il tsulatsi) dalam hadits-hadits yang berkaitan dengan keimanan dari kitab Shahih Bukhari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kata kerja trilateral beserta pola-pola (awzan) dan maknanya dalam hadits-hadits yang berkaitan dengan keimanan dari kitab Shahih Bukhari. Fokus penelitian ini terbagi menjadi tiga permasalahan utama: 1) Apa saja jenis-jenis kata kerja trilateral dalam hadits-hadits yang berhubungan dengan keimanan dari kitab Shahih Bukhari, 2) Apa saja pola-pola kata kerja trilateral dalam hadits-hadits yang berhubungan dengan keimanan dari kitab Shahih Bukhari, 3) Apa saja makna-makna kata kerja trilateral dalam hadits-hadits yang berhubungan dengan keimanan dari kitab Shahih Bukhari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis morfologi terhadap kata kerja trilateral dalam hadits-hadits yang berkaitan dengan keimanan dari kitab Shahih Bukhari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kata kerja trilateral yang ditemukan meliputi: kata kerja trilateral mujarrad (asli) dan kata kerja trilateral mazid (bertambahan). Setiap bentuknya memiliki pola yang berbeda dan makna yang beragam sesuai dengan konteksnya. Hasil ini menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap kata kerja trilateral untuk menganalisis semantik dan penerapannya dalam konteks hadits, yang mempelajari pemahaman linguistik dan konsep terhadap konsep keimanan
Fungsi Uslūb al-Qashr sebagai Penegasan Makna Nur Amirah Rifkah; Mohamad Harjum; Fatkhul Ulum
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 1 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Januari 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i1.304

Abstract

The science of balaghah has an important role in understanding the beauty and accuracy of the meaning of the Arabic language, especially through the study of 'ilm al-ma'ani. One of the main discussions in this branch is uslūb al-qashr, which is a language style that functions to limit and affirm meaning through certain specializations. The study of qashr is important because this language style is widely used in Arabic texts, especially Al-Qur'an, to strengthen meaning and straighten understanding. This research aims to describe the concept of qashr systematically, including the meaning, elements, division, and customs or language tools used in its formation. The research method used is qualitative-descriptive with a literature study approach to classical and contemporary balaghah literature. Research results show that qashr functions as an effective rhetorical tool in affirming the meaning through the restriction of nature or maushuf, both in essence and idhafi. Qashr is divided into qashr haqiqi and qashr idhafi which includes qashr ifrad, qashr qalb, and qashr ta'yīn, and is realized through several qashr customs such as nafy wa istitsnā', lafaz innamā, the use of the letter 'athaf, and the introduction of sentence elements. The conclusion of this study confirms that the understanding of uslūb al-qashr is very important in the analysis of Arabic texts because it contributes greatly to the affirmation of the meaning and rhetorical power of language.
MENGUAK RAHASIA MAKNA HAKIKI DAN MAJAZI DALAM KALAM KHABAR Rinikmawati H; Mohamad Harjum
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 12 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Desember)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i12.1388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguak rahasia makna hakiki dan majazi dalam Kalam Khabar. Kalam Khabar merupakan bagian dari pembahasan Ilmu Ma'ani dalam disiplin Balaghah. Ilmu Balaghah sendiri adalah ilmu yang membahas keindahan susunan kata bahasa Arab agar perkataan sesuai dengan tujuannya. Kalam Khabar didefinisikan sebagai perkataan yang mengandung kemungkinan benar (sesuai kenyataan) atau dusta (tidak sesuai kenyataan). Secara umum, tujuan pengungkapan Kalam Khabar dibagi menjadi dua makna hakiki (tujuan sebenarnya): Faidah al-Khabar: Memberi tahu kepada lawan bicara mengenai hukum yang terkandung dalam pembicaraan karena mereka belum tahu sama sekali. Lazimul Khabar (Lazimul Faidah): Memberi tahu bahwa si pembicara mengetahui hukum yang terkandung di dalamnya, diucapkan kepada orang yang sudah tahu isinya agar tidak mengira si pembicara tidak tahu berita tersebut. Selain itu, Kalam Khabar juga memiliki Makna Majazi (tujuan tersirat/kiasan) yang digunakan untuk menyampaikan makna lain. Beberapa tujuan majazi tersebut antara lain: Al-Fakhr (kebanggaan), Izhar al-Dha'f (menampakkan kelemahan), Al-Tahassur (penyesalan), dan Al-Istirham (memohon belas kasih). Adapun macam-macam Kalam Khabar diklasifikasikan berdasarkan keadaan mitra tutur (mukhatab) dan cara penyampaiannya: Khabar Ibtida'i: Digunakan ketika mukhatab bebas (tidak tahu) dari hukum, disampaikan tanpa penguat (taukid). Khabar Thalabi: Digunakan ketika mukhatab ragu-ragu, disampaikan dengan satu taukid. Khabar Inkari: Digunakan ketika mukhatab mengingkari isi berita, wajib disertai penguat (satu atau lebih) sesuai tingkat keingkarannya.