Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REKONSTRUKSI PARADIGMA PENANGGULANGAN STUNTING : INTERNALISASI NILAI-NILAI QUR’ANI SEBAGAI UPAYA PENGUATAN MORAL ORANG TUA Maudy Muzalifah Azzahra; Bashori
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Januari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i1.1583

Abstract

Stunting remains a crucial challenge for human resource development in Indonesia, despite the massive implementation of various medical technocratic policies. The low effectiveness of nutritional interventions in the field is often triggered by sociocultural factors and a lack of profound parental awareness regarding children's developmental rights. This study aims to reconstruct the stunting prevention paradigm through an Islamic theological approach by internalizing Quranic values as a basis for parenting motivation. Employing a descriptive qualitative method with a literature study and thematic exegesis (tafsir) approach, this research proposes the concept of "Health Eschatology" based on Surah An-Nisa verse 9. The results indicate that preventing the birth of a weak generation (dzurriyyatan dhi’afan) is not merely a medical recommendation but a theological mandate with eschatological consequences before God. Furthermore, the application of "Nutritional Theology" through the optimization of lactation (QS. Al-Baqarah: 233) and the fulfillment of food that is not only halal but also thayyib (QS. Al-Baqarah: 168) provides technical guidance aligned with the concept of the First 1000 Days of Life. These findings emphasize that integrating spiritual values into public health policies can serve as a catalyst for more consistent parental behavioral change. This paradigm reconstruction is expected to transform stunting prevention motivation from mere administrative compliance into a social piety movement to realize a superior and high-quality generation.
Analisis Maslahah Mursalah terhadap Praktik Transplantasi Rambut Muhammad Taha Madani; Maudy Muzalifah Azzahra; Nurun Najwa Qurrata’ayna
Jurnal Ruhul Islam Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Ruhul Islam
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jri.v4i1.434

Abstract

Perkembangan teknologi medis telah melahirkan berbagai prosedur rekonstruktif yang bertujuan memulihkan kondisi fisik manusia, salah satunya adalah transplantasi rambut. Praktik ini berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan kesehatan dan estetika, namun menimbulkan pertanyaan apakah hal ini dapat dibenarkan sebab tidak ada penjelasan secara eksplisit dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Artikel ini bertujuan menganalisis praktik transplantasi rambut dalam perspektif maslahah mursalah sebagai salah satu metode istinbath hukum Islam yang berorientasi pada maqashid syari'ah. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan konseptual, bersumber pada literatur ushul fikih dan kajian medis terkait transplantasi rambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transplantasi rambut dilakukan dengan memindahkan folikel rambut dari tubuh pasien sendiri tanpa melibatkan elemen eksternal, sehingga bersifat restoratif dan tidak termasuk perubahan destruktif terhadap ciptaan Allah. Ditinjau dari kriteria maslahah mursalah, praktik ini dapat memenuhi unsur dharuriyah jika adanya cacat  fisik yang berpotensi mengganggu psikologis seseorang, bersifat qath’iyyah  karena didukung oleh bukti medis yang kuat, serta bersifat kulliyyah karena dapat berlaku pada siapapun yang memiliki kondisi serupa. Oleh karena itu, transplantasi rambut dapat dinilai sejalan dengan prinsip syariat Islam selama memenuhi kriteria maslahah mursalah serta tetap berorientasi pada tercapainya maqashid syari’ah.