Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Sarkopenia Pada Lansia Di Desa Bukit Napuh Kabupaten Oku Timur Putri, Ryona Anisa; Gunawan, Paskalis Andrew
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20818

Abstract

Sarkopenia merupakan sindrom geriatri yang ditandai dengan penurunan massa otot rangka, kekuatan otot, dan performa fisik akibat proses penuaan, yang berdampak pada penurunan kualitas hidup lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi sarkopenia pada lansia di Desa Bukit Napuh, Kabupaten OKU Timur. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif potong lintang (cross-sectional) dan melibatkan 125 lansia berusia ≥60 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Penilaian sarkopenia dilakukan berdasarkan kriteria Asian Working Group for Sarcopenia (AWGS) 2019, yang meliputi pengukuran massa otot, kekuatan genggam tangan, dan performa fisik. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 26,4% responden mengalami sarkopenia, dengan prevalensi lebih tinggi pada perempuan (16,8%) dan kelompok usia 60–69 tahun (13,6%). Sebanyak 78,4% responden memiliki kekuatan otot tangan rendah, 26,4% memiliki massa otot rendah, dan 80,0% menunjukkan performa fisik yang buruk. Sarkopenia lebih sering ditemukan pada lansia dengan status gizi kurang, aktivitas fisik yang berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari, serta riwayat penyakit kronis; namun, penelitian ini tidak melakukan analisis statistik inferensial untuk menentukan hubungan kausal. Keterbatasan utama penelitian ini adalah desain potong lintang dan analisis deskriptif yang membatasi penarikan kesimpulan kausal. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sarkopenia merupakan masalah kesehatan yang signifikan pada lansia di wilayah perdesaan. Diperlukan skrining dini serta intervensi berbasis komunitas yang berfokus pada aktivitas fisik, perbaikan gizi, dan pengelolaan penyakit kronis untuk mencegah penurunan fungsi lebih lanjut.