Ade Rahma Safira Maryam
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Aktualisasi Penanaman Soft Skill Siswa Dalam Membentuk Sikap Multikultural di Tengah Gejala Cyber Bullying dan Hoax dI MAN 1 Mojokerto rinda, rinda; Amir Syarifuddin, Achmad; Ade Rahma Safira Maryam; Nur Lailatul Fatikhul Izzah; Umi Faridatur Rofiqoh
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 3 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to find out how soft skills can be used to shape students' multicultural attitudes at MAN 1 Mojokerto, especially in relation to the phenomenon of cyberbullying and hoaxes. In the digital era, soft skills such as social skills, communication, critical thinking, and teamwork are essential to build tolerance and respect for differences. A qualitative case study was used in this research. The results show that despite efforts to improve soft skills, there are still some challenges. Some of them are that some students and teachers do not know about harassment and there is no strong belief in giving sanctions to harassers. As a result, to build a strong multicultural attitude, more extensive soft skills programs and stricter law enforcement are needed.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana soft skill dapat digunakan untuk membentuk sikap multikultural siswa di MAN 1 Mojokerto, terutama berkaitan dengan fenomena cyberbullying dan hoaks. Di era digital, soft skill seperti kecakapan sosial, komunikasi, berpikir kritis, dan kerja sama tim sangat penting untuk membangun toleransi dan menghargai perbedaan. Studi kasus kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terjadi upaya untuk meningkatkan kemampuan soft skill, masih ada beberapa tantangan. Beberapa di antaranya adalah bahwa sebagian siswa dan guru tidak tahu tentang pelecehan dan tidak ada keyakinan yang kuat dalam memberikan sanksi kepada pelaku pelecehan. Akibatnya, untuk membangun sikap multikultural yang kuat, program soft skill yang lebih luas dan penegakan hukum yang lebih tegas diperlukan.