Asrama mahasiswa merupakan lingkungan sosial yang berpotensi membentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). PHBS merupakan upaya preventif yang penting dalam meningkatkan derajat kesehatan individu dan lingkungan, namun penerapannya di asrama masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan fasilitas, pengawasan, dan kesadaran mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku hidup bersih dan sehat mahasiswa yang tinggal di asrama Universitas Negeri Manado berdasarkan karakteristik responden dan indikator PHBS. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang mencakup empat indikator utama, yaitu kebersihan diri, kebersihan lingkungan, pola makan dan aktivitas fisik, serta pencegahan penyakit. Jumlah responden sebanyak 80 mahasiswa yang dipilih dengan teknik total sampling, dan data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 21–25 tahun (60%), berjenis kelamin perempuan (51,2%), dan telah tinggal di asrama lebih dari tiga tahun (53,8%). Tingkat PHBS mahasiswa berada pada kategori baik (50%), cukup (47,5%), dan kurang (2,5%). Indikator dengan skor tertinggi adalah kebersihan diri, sedangkan terendah adalah kebersihan lingkungan dan pola makan sehat. Secara keseluruhan, perilaku hidup bersih dan sehat mahasiswa asrama tergolong cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan edukasi, kesadaran, dan fasilitas pendukung untuk memperkuat penerapan PHBS secara konsisten.