Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Metabolit Sekunder Jamur Endofit Tanaman Lamun (Thalassia hemprichii) Terhadap Biofilm Bakteri Yang Diisolasi Dari Nasogastric Tube: The Effectiveness of Secondary Metabolites of Endophytic Fungi of Seagrass Plants (Thalassia hemprichii) Against Bacterial Biofilms Isolated from Nasogastric Tubes Fadlun Ladiku; Mahdalena Sy. Pakaya; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Ariani H Hutuba; Wiwit Zuriati Uno
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9748

Abstract

Biofilm merupakan komunitas mikroorganisme yang melekat kuat pada permukaan dan dilindungi oleh matriks ekstraseluler (EPS), yang menyebabkan meningkatnya resistensi terhadap antibiotik dan desinfektan. Pembentukan biofilm pada alat medis seperti Nasogastric Tube (NGT) menjadi salah satu penyebab utama infeksi nosokomial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibiofilm metabolit sekunder jamur endofit lamun Thalassia hemprichii terhadap bakteri pembentuk biofilm yang diisolasi dari NGT. Metode yang digunakan meliputi uji pencegahan perlekatan biofilm, penghambatan pertumbuhan biofilm, dan penghancuran (degradasi) biofilm, dengan media BHIB dan BHIB + 1% sukrosa menggunakan metode tabung yang diwarnai dengan kristal violet 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metabolit sekunder jamur endofit T. hemprichii mampu menurunkan ketebalan biofilm secara signifikan, ditunjukkan oleh meningkatnya nilai Mean Gray Value (MGV) pada ketiga uji aktivitas antibiofilm. Nilai MGV tertinggi diperoleh pada media BHIB + 1% sukrosa dengan isolat bakteri pasien A, yaitu 154,05 ± 4,20 pada uji pencegahan perlekatan, 145,14 ± 2,58 pada uji penghambatan pertumbuhan, dan 156,84 ± 9,05 pada uji penghancuran biofilm. Aktivitas antibiofilm ini diduga disebabkan oleh kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, alkaloid, dan terpenoid yang bekerja melalui mekanisme penghambatan sistem quorum sensing, penekanan produksi EPS, serta gangguan adhesi dan integritas sel bakteri. Dengan demikian, metabolit sekunder jamur endofit Thalassia hemprichii berpotensi dikembangkan sebagai agen antibiofilm alami untuk mencegah pembentukan biofilm pada alat medis seperti NGT dan mengurangi risiko infeksi nosokomial.
Efektivitas Metabolit Sekunder Bakteri Endofit Bunga Telang (Clitoria Ternatea) Terhadap Biofilm Bakteri Yang Diisolasi Dari Nasogastric Tube: The Effectiveness of Secondary Metabolites of Endophytic Bacteria from Butterfly Pea Flower (Clitoria Ternatea) Against Bacterial Biofilms Isolated from Nasogastric Tubes Nadiva Amalia Kobisi; Mahdalena Sy. Pakaya; Ariani H Hutuba; Laode Aman; Lisa Efriani Puluhulawa
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10286

Abstract

Biofilm pada alat medis seperti Nasogastric Tube (NGT) merupakan salah satu penyebab utama infeksi nosokomial yang sulit diatasi karena struktur matriks eksopolisakarida yang melindungi bakteri terhadap antibiotik dan respon imun. Bakteri endofit dari tanaman obat diketahui menghasilkan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibiofilm alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metabolit sekunder bakteri endofit yang diisolasi dari bunga telang (Clitoria ternatea L.) dalam mencegah perlekatan, menghambat pertumbuhan, dan menghancurkan biofilm bakteri yang diperoleh dari NGT. Metode yang digunakan adalah eksperimental, melibatkan uji optimasi pembentukkan, uji pencegahan, uji penghambatan, dan uji penghancuran biofilm. Hasil uji optimasi menunjukkan positif pada kedua media, dengan pembentukkan biofilm ditandai perubahan warna bening menjadi ungu dari atas tabung sampai pangkal bawah tabung. Pada uji pencegahan biofilm mendapatkan hasil yang baik pada bakteri uji biofilm NGT pasien A dengan nilai intensitas MGV sebesar 146,87 sedangkan uji penghambatan hasil yang baik pada bakteri uji biofilm NGT pasien A dengan nilai MGV 145,31, sedangkan uji penghancuran hasil yang baik didapatkan pada bakteri uji biofilm pasien A dengan nilai MGV 163,77. Nilai MGV tersebut melebihi skala minimal dibawah 10% MGV tabung kosong. Dengan demikian, Metabolit Sekunder Bakteri endofit tumbuhan bunga telang dapat mencegah, menghambat, dan menghancurkan bakteri biofilm yang diisolasi dari Nasogastric tube pasien A