Gastritis merupakan masalah kesehatan yang masih banyak dijumpai di masyarakat dan berpotensi menurunkan kualitas hidup apabila tidak dikelola dengan baik. Tingginya kasus gastritis di Desa Kaluku Nangka menunjukkan perlunya intervensi berupa edukasi kesehatan untuk memperkuat perilaku pencegahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan keluarga atau pendamping penderita gastritis. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan tindakan sebelum serta sesudah intervensi edukasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap responden telah berada pada kategori baik sejak sebelum intervensi dan tidak mengalami perubahan kategori setelah edukasi. Namun demikian, terjadi peningkatan bermakna pada aspek tindakan, di mana proporsi responden dengan tindakan baik meningkat setelah diberikan edukasi. Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada variabel pengetahuan dan tindakan, sedangkan pada variabel sikap tidak ditemukan perbedaan yang signifikan. Kesimpulannya, edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan tindakan pencegahan gastritis meskipun pengetahuan dan sikap masyarakat sudah relatif baik. Edukasi berkelanjutan diperlukan untuk memastikan perubahan perilaku dapat dipertahankan secara konsisten.