Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Deteksi Bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (Mrsa) Dan Extended Spectrum Beta- Lactamase (Esbl) Pada Saliva Pasien Perawatan Gigi Di Rsgm Soelastri: Detection of Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) and Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) in the Saliva of Dental Patients at RSGm Soelastri Erika Melvyona Satya Darmawan; Azizah Athiyyah Alamsyah; Ardy Prian Nirwana
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10108

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dalam perawatan gigi dapat memicu resistensi bakteri, termasuk MRSA dan ESBL. Saliva pasien dapat menjadi media penularan dan reservoir bakteri resisten ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan MRSA dan ESBL pada saliva pasien perawatan gigi di RSGM Soelastri. Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional ini menggunakan teknik purposive sampling pada 15 responden. Identifikasi bakteri dilakukan dengan kultur pada media BHI, BAP, MC, NA, MSA, serta uji biokimia. Deteksi MRSA dan ESBL dilakukan dengan uji sensitivitas antibiotik Cefoxitin, Ceftazidime, dan Ceftriaxone, menggunakan metode Kirby Bauer, mengacu standar CLSI 2023. Hasil menunjukkan bahwa 73% sampel terindikasi positif MRSA dengan resistensi terhadap Cefoxitin, sedangkan 33% terindikasi ESBL terhadap Ceftriaxone, dan tidak ditemukan indikasi ESBL pada uji Ceftazidime. Bakteri yang dominan adalah Klebsiella pneumoniae dan Pseudomonas aeruginosa. Temuan ini menunjukkan tingginya potensi resistensi antibiotik di lingkungan perawatan gigi, sehingga diperlukan penggunaan antibiotik yang rasional serta peningkatan kontrol infeksi untuk mencegah penyebaran MRSA dan ESBL.