Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dalam perawatan gigi dapat memicu resistensi bakteri, termasuk MRSA dan ESBL. Saliva pasien dapat menjadi media penularan dan reservoir bakteri resisten ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan MRSA dan ESBL pada saliva pasien perawatan gigi di RSGM Soelastri. Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional ini menggunakan teknik purposive sampling pada 15 responden. Identifikasi bakteri dilakukan dengan kultur pada media BHI, BAP, MC, NA, MSA, serta uji biokimia. Deteksi MRSA dan ESBL dilakukan dengan uji sensitivitas antibiotik Cefoxitin, Ceftazidime, dan Ceftriaxone, menggunakan metode Kirby Bauer, mengacu standar CLSI 2023. Hasil menunjukkan bahwa 73% sampel terindikasi positif MRSA dengan resistensi terhadap Cefoxitin, sedangkan 33% terindikasi ESBL terhadap Ceftriaxone, dan tidak ditemukan indikasi ESBL pada uji Ceftazidime. Bakteri yang dominan adalah Klebsiella pneumoniae dan Pseudomonas aeruginosa. Temuan ini menunjukkan tingginya potensi resistensi antibiotik di lingkungan perawatan gigi, sehingga diperlukan penggunaan antibiotik yang rasional serta peningkatan kontrol infeksi untuk mencegah penyebaran MRSA dan ESBL.
Copyrights © 2026