Artikel ini bertujuan untuk menganalisis materi adab dalam pembelajaran Akidah Akhlak pada Fase D, E, dan F dalam Kurikulum Merdeka. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya elemen adab sebagai fondasi pembentukan karakter Islami yang mengintegrasikan aspek akidah dan akhlak secara utuh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), melalui analisis dokumen kurikulum, capaian pembelajaran, buku ajar, serta literatur ilmiah yang relevan. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis isi dan komparatif untuk melihat kesinambungan dan perkembangan materi adab pada setiap fase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi adab disusun secara sistematis, bertahap, dan berkelanjutan sesuai dengan perkembangan kognitif, sosial, dan spiritual peserta didik. Pada Fase D, materi adab berfokus pada pembiasaan dan praktik langsung dalam ibadah, seperti adab shalat, zikir, berdoa, dan membaca Al-Qur’an. Pada Fase E, pembelajaran menekankan pemahaman dalil serta penghayatan hikmah, khususnya dalam berbakti kepada orang tua dan menghormati guru. Sementara itu, pada Fase F, materi adab diarahkan pada refleksi kritis serta penerapan nilai-nilai adab dalam konteks sosial yang lebih luas. Secara keseluruhan, elemen adab berperan sebagai jembatan antara akidah dan akhlak serta memiliki fungsi strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang religius, berakhlak mulia, dan berkelanjutan