Wijaya, Shanny
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Kompetensi Musikal Bagi Bhayangkari Melalui Pelatihan Angklung dan Vokal Terstruktur Wijaya, Shanny; Jaeni; Fussalam, Yahfenel
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1859

Abstract

Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan adalah pelatihan angklung dan vokal bagi Ibu-ibu Bhayangkari Cabang Sukabumi Kota yang bertujuan untuk mendukung pelestarian seni musik tradisional Indonesia sekaligus memberdayakan organisasi wanita dalam kegiatan berkesenian, khususnya melalui pelatihan angklung dan vokal bagi Ibu-ibu Bhayangkari cabang Sukabumi Kota. Pelatihan ini juga dirancang untuk mengembangkan kompetensi musikal, rasa percaya diri, kedisiplinan melalui metode latihan terstruktur serta memperkuat peran wanita sebagai agen pelestari budaya dan penggerak seni berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan dengan menggunakan pendekatan demonstrasi, drilling, evaluasi progres, dan latihan kolaboratif. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan membaca notasi angka; kemampuan untuk memainkan angklung dengan benar; kemampuan untuk bernyanyi dengan baik dan benar serta stabilitas ritme. Peserta dilatih dalam aspek vokal untuk menguasai teknik pernafasan diafragma, pembagian suara sopran dan alto, artikulasi, intonasi, dan harmoni vokal yang konsisten. Dalam aspek musik angklung, peserta dilatih agar menguasai teknik menggoyangkan angklung, sustain serta pola harmonisasi. Selain peningkatan dalam teknis pada program, pelatihan ini juga menumbuhkan sikap kolaboratif, rasa percaya diri, disiplin, dan kepemimpinan. Hasilnya menunjukkan bahwa pengembangan kemampuan musikal dan karakter peserta sangat efektif melalui pelatihan musik berbasis komunitas. Program ini dapat digunakan sebagai cara untuk melestarikan budaya Indonesia dalam bidang seni musik tradisional juga sebagai cara untuk mendorong organisasi wanita berekspresi dalam bidang seni. Maka untuk meningkatkan peran Bhayangkari dalam kebudayaan, program ini harus dikembangkan secara berkelanjutan dengan perluasan repertoar lagu dan peningkatan kompleksitas teknik vokal maupun instrumen.
Pengembangan Kompetensi Musikal Bagi Bhayangkari Melalui Pelatihan Angklung dan Vokal Terstruktur Wijaya, Shanny; Jaeni; Fussalam, Yahfenel
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1859

Abstract

Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan adalah pelatihan angklung dan vokal bagi Ibu-ibu Bhayangkari Cabang Sukabumi Kota yang bertujuan untuk mendukung pelestarian seni musik tradisional Indonesia sekaligus memberdayakan organisasi wanita dalam kegiatan berkesenian, khususnya melalui pelatihan angklung dan vokal bagi Ibu-ibu Bhayangkari cabang Sukabumi Kota. Pelatihan ini juga dirancang untuk mengembangkan kompetensi musikal, rasa percaya diri, kedisiplinan melalui metode latihan terstruktur serta memperkuat peran wanita sebagai agen pelestari budaya dan penggerak seni berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan dengan menggunakan pendekatan demonstrasi, drilling, evaluasi progres, dan latihan kolaboratif. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan membaca notasi angka; kemampuan untuk memainkan angklung dengan benar; kemampuan untuk bernyanyi dengan baik dan benar serta stabilitas ritme. Peserta dilatih dalam aspek vokal untuk menguasai teknik pernafasan diafragma, pembagian suara sopran dan alto, artikulasi, intonasi, dan harmoni vokal yang konsisten. Dalam aspek musik angklung, peserta dilatih agar menguasai teknik menggoyangkan angklung, sustain serta pola harmonisasi. Selain peningkatan dalam teknis pada program, pelatihan ini juga menumbuhkan sikap kolaboratif, rasa percaya diri, disiplin, dan kepemimpinan. Hasilnya menunjukkan bahwa pengembangan kemampuan musikal dan karakter peserta sangat efektif melalui pelatihan musik berbasis komunitas. Program ini dapat digunakan sebagai cara untuk melestarikan budaya Indonesia dalam bidang seni musik tradisional juga sebagai cara untuk mendorong organisasi wanita berekspresi dalam bidang seni. Maka untuk meningkatkan peran Bhayangkari dalam kebudayaan, program ini harus dikembangkan secara berkelanjutan dengan perluasan repertoar lagu dan peningkatan kompleksitas teknik vokal maupun instrumen.