The transformation of the 21st-century education landscape has become increasingly evident following the COVID-19 pandemic, which resulted in significant learning loss across educational levels. This situation prompted governments to undertake comprehensive evaluations and formulate adaptive policies aimed at learning recovery. Within this context, innovative approaches to teaching and curriculum development are essential, particularly in alignment with the Freedom of Learning policy and the accelerated integration of educational technology, which emphasizes activity-based learning. This study aims to examine and identify forms of top-down curriculum innovation implemented in educational institutions. A descriptive analytical method was employed to portray the characteristics, conditions, and dynamics of curriculum implementation based on the collected data. The research was conducted through a literature review involving books and scholarly journal articles, complemented by data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The findings reveal several implementation aspects that warrant further exploration; however, the study also encountered limitations, including teachers’ limited willingness to participate as respondents and uneven curriculum implementation across regions in Indonesia, which constrained the availability of empirical literature. This study contributes to a conceptual understanding of curriculum innovation and its implementation, particularly in the context of post-pandemic educational recovery and as a critical reflection on centrally driven education policies. ABSTRAKPerubahan lanskap pendidikan abad ke-21 semakin menguat setelah terjadinya pandemi COVID-19 yang berdampak pada melemahnya capaian belajar peserta didik di berbagai jenjang pendidikan. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus merumuskan kebijakan pemulihan pembelajaran yang adaptif. Dalam konteks ini, dibutuhkan inovasi pembelajaran dan kurikulum yang mampu menjawab tantangan learning loss, sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar dan percepatan pemanfaatan teknologi pendidikan yang mengarah pada pembelajaran berbasis aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengidentifikasi bentuk-bentuk inovasi kurikulum yang bersifat top-down yang diimplementasikan pada satuan pendidikan. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan fokus pada pemaparan karakteristik, kondisi, dan dinamika implementasi kurikulum berdasarkan data yang diperoleh. Penelitian ini dilakukan melalui studi literatur dengan menelaah berbagai sumber berupa buku dan artikel jurnal ilmiah, serta didukung oleh teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pengamatan menunjukkan adanya sejumlah aspek implementasi kurikulum yang relevan untuk dikaji lebih lanjut, meskipun penelitian ini menghadapi kendala berupa keterbatasan partisipasi responden guru serta ketimpangan implementasi kurikulum di berbagai wilayah Indonesia yang berdampak pada keterbatasan sumber literatur empiris. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dalam memahami inovasi kurikulum dan dinamika implementasinya, khususnya dalam upaya pemulihan pendidikan pascapandemi dan sebagai refleksi atas kebijakan pendidikan nasional yang bersifat sentralistik.