Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SOSIOLOGI SASTRA DAN NILAI PENDIDIKAN DALAM ROMAN KADURAKAN ING NGISOR DRINGU KARYA SUPARTO BRATA Agus Setiaji
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 3 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.933 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Sosiologi Sastra  yang terkandung dalam Roman Kadurakan ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata; (2)Nilai-nilai Pendidikan Moral dan Budi Pekerti yang terkandung Roman Kadurakan ing Kidul Dringu Karya Suparta Broto. Teori yang dijadikan dasar analisis skripsi ini adalah teori Nyoman Kutha Ratna(2013), Wijaya Heru Santosa, dan  Sri Wahyuningtyas, (2009). Subjek dalam penelitian ini adalah Roman Kadurakan ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata. Objek penelitian adalah Sosiologi Sastra, Pendidikan Moral dan Budi Pekerti  yang terdapat dalam Roman Kadurakan ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa teks novel Roman Kadurakan ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata. Metode yang digunakan sebagai teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan teknik catat. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri yang dibantu dengan kartu pengumpul data, buku-buku dan media lain yang mendukung. Kemudian analisis data, peneliti menggunakan teknik analisis konten (content analysis). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sosiologi sastra yang sejalan dengan Roman Kadurakan ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata meliputi. kekerabatan terdapat 4 indikator, perekonomian terdapat 2 indikator, politik terdapat 2 indikator, pendidikan terdapat 3 indikator, kepercayaan terdapat 2 indikator, pendidikan moral terdapat 11 indikator lan budi pekerti terdapat 3 indikator.   Kata Kunci: Sosiologi Sastra, Pendidikan Moral dan Budi Pekerti, Roman
Analisis Tindak Tutur Bahasa Jawa di Pasar Sampang Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap Agus Setiaji
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.736 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi yang terdapat pada tuturan para pedagang dan pembeli di pasar Sampang Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap; (2) fungsi penggunaan tindak tutur bahasa Jawa di Pasar Sampang Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah berupa tuturan lisan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap, sedangkan teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik rekam dan teknik catat. Instrumen penelitian ini meliputi peneliti, alat perekam (handphone), alat tulis, nota pencatat serta buku-buku yang relevan dengan penelitian.  Dari hasil penelitian, peneliti memperoleh data sebanyak 45 rekaman. Peneliti menemukan tindak tutur berdasarkan daya tutur meliputi; tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi. Tindak tutur ilokusi yang digunakan dalam percakapan pedagang dan pembeli di pasar sampang meliputi: tindak tutur melapor, tindak tutur mendesak, tindak tutur menyarankan, tindak tutur mengumumkan. Tindak tutur perlokusi meliputi:  tindak tutur membujuk, tindak tutur menjengkelkan tindak tutur menarik perhatian. Fungsi ilokusi yang digunakan dalam percakapan pedagang dan pembeli di pasar sampang meliputi; tindak tutur asertif, tindak tutur komisif, tindak tutur direktif, dan tindak tutur ekspresif (evaluatif).   Kata kunci: tindak tutur, pasar Sampang
The STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN INDUSTRI KERAJINAN SANGKAR DIAMOND DI MOJOSONGO BOYOLALI Setiaji, Agus; Hindra Hastuti, Nurnawati; Widiyowati, Estu
Solidaritas Vol 8 No 1 (2024): Solidaritas
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research are the author discusses the application of a communication strategy used in industrial marketing for Diamond bird cage crafts in Mojosongo Boyolali. The aim of this research is to find out the communication strategies used by Diamond bird cage craftsmen in marketing their industrial products. The research method used is descriptive qualitative by examining an existing problem and obtaining data directly. In this research, data collection techniques were used through direct observation or on-site observations and interviews with the relevant sources. As well as analyzing the data by examining the problem then based on existing theories. The results of this research are from data obtained by the author from interviews with relevant sources, it can be concluded that diamond cage craftsmen in Mojosongo Boyolali can implement marketing communication strategies in the form of marketing mix strategies in an effort to increase the number of sales after the Covid-19 pandemic. The sales strategy is carried out by holding bird contest events and using the online media Facebook and Instagram. Keyword:Strategy,BirdCage,Marketing
STUDI LITERATUR: IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DAN MENGATASI KEHILANGAN BELAJAR Khoeron, Nur; Ariefuddin, Fahmy; Setiaji, Agus; Abdillah, Fuad
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.8448

Abstract

The transformation of the 21st-century education landscape has become increasingly evident following the COVID-19 pandemic, which resulted in significant learning loss across educational levels. This situation prompted governments to undertake comprehensive evaluations and formulate adaptive policies aimed at learning recovery. Within this context, innovative approaches to teaching and curriculum development are essential, particularly in alignment with the Freedom of Learning policy and the accelerated integration of educational technology, which emphasizes activity-based learning. This study aims to examine and identify forms of top-down curriculum innovation implemented in educational institutions. A descriptive analytical method was employed to portray the characteristics, conditions, and dynamics of curriculum implementation based on the collected data. The research was conducted through a literature review involving books and scholarly journal articles, complemented by data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The findings reveal several implementation aspects that warrant further exploration; however, the study also encountered limitations, including teachers’ limited willingness to participate as respondents and uneven curriculum implementation across regions in Indonesia, which constrained the availability of empirical literature. This study contributes to a conceptual understanding of curriculum innovation and its implementation, particularly in the context of post-pandemic educational recovery and as a critical reflection on centrally driven education policies. ABSTRAKPerubahan lanskap pendidikan abad ke-21 semakin menguat setelah terjadinya pandemi COVID-19 yang berdampak pada melemahnya capaian belajar peserta didik di berbagai jenjang pendidikan. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus merumuskan kebijakan pemulihan pembelajaran yang adaptif. Dalam konteks ini, dibutuhkan inovasi pembelajaran dan kurikulum yang mampu menjawab tantangan learning loss, sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar dan percepatan pemanfaatan teknologi pendidikan yang mengarah pada pembelajaran berbasis aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengidentifikasi bentuk-bentuk inovasi kurikulum yang bersifat top-down yang diimplementasikan pada satuan pendidikan. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan fokus pada pemaparan karakteristik, kondisi, dan dinamika implementasi kurikulum berdasarkan data yang diperoleh. Penelitian ini dilakukan melalui studi literatur dengan menelaah berbagai sumber berupa buku dan artikel jurnal ilmiah, serta didukung oleh teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pengamatan menunjukkan adanya sejumlah aspek implementasi kurikulum yang relevan untuk dikaji lebih lanjut, meskipun penelitian ini menghadapi kendala berupa keterbatasan partisipasi responden guru serta ketimpangan implementasi kurikulum di berbagai wilayah Indonesia yang berdampak pada keterbatasan sumber literatur empiris. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dalam memahami inovasi kurikulum dan dinamika implementasinya, khususnya dalam upaya pemulihan pendidikan pascapandemi dan sebagai refleksi atas kebijakan pendidikan nasional yang bersifat sentralistik.
Konstruksi Sosial Pada Gay Yang Coming Out Setiaji, Agus
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 8, No 2 (2020): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v8i2.4915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konstruksi sosial pada kaum gay yang coming out di Samarinda. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi. dan menentukan responden melalui skrining subjek menggunakan Tes Kingsey. Metode pengumpulan data yaitu melalui wawancara mendalam dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah empat orang, dan di luar subjek utama juga melibatkan empat orang informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek menjadi gay karena dipengaruhi oleh faktor keluarga, faktor trauma psikologis, dan faktor lingkungan sosial. Ketiga subjek tersebut menjadi gay yang coming out atau membuka diri menjadi gay kepada orang lain karena telah melalui lima proses coming out yaitu kesadaran, eksplorasi, penerimaan, komitmen, dan integrasi. Dalam mencapai tahap integrasi ketiga subjek melalui berbagai proses kehidupan yang dapat mengubah subjek memiliki makna baru dalam hidupnya menjadi gay yang disebut konstruksi sosial yang dipengaruhi oleh proses eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi. Serta faktor-faktor yang mempengaruhi faktor konstruksi sosial yaitu, faktor internal: persepsi, pembelajaran, emosi, dan faktor eksternal: budaya tempat tinggal, kekeluargaan, teman sebaya.