Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perspektif dan Implikasi Dilema Keamanan dalam Hubungan Bilateral Tiongkok – India Davega, Nazwa
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 2, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v2i2.3056

Abstract

ABSTRAK Dilema Keamanan merupakan konsep dalam studi Hubungan Internasional yang mengungkapkan bahwa setiap upaya yang dilakukan oleh negara untuk keamanan dan kepentingan nasionalnya akan dipersepsikan sebagai ancaman oleh negara lain. Dalam penelitian ini penulis melihat Dilema Keamanan dalam Hubungan Bilateral China-India yang dipenuhi oleh persaingan yang berawal dari ketegangan perebutan wilayah. Selain itu terdapat implikasi dari adanya Dilema Keamanan Hubungan China-India terhadap stabilitas Indo-Pasifik terutama pada aspek militer, aliansi negara dan perebutan hegemoni. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka yang memberikan penjelasan kritis dari berbagai sumber tertulis yang mendukung penelitian. Kata kunci: China-India, Dilema Keamanan, Indo-Pasifik 
Paradiplomacy and Regional Development in Global South: Bureaucractic Processes and Stakeholder Perspective in Cirebon Regency, Indonesia Davega, Nazwa; Pambudi, Anggy Wira
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i2.2026.848-858

Abstract

Pembangunan daerah di kawasan Global South menuntut peran aktif pemerintah daerah dalam merespons globalisasi, kompetisi investasi, dan ketimpangan wilayah. Artikel ini menganalisis peran paradiplomasi dalam mendukung pembangunan inklusif melalui studi implementasi Program Rebana Metropolitan di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menelaah dinamika aktor, kapasitas kelembagaan, dan tantangan struktural dalam pelaksanaan paradiplomasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan analisis data sekunder dari instansi terkait. Hasil menunjukkan bahwa meskipun indikator pembangunan manusia dan investasi meningkat, manfaat pembangunan belum terdistribusi secara merata. Paradiplomasi daerah masih dibatasi regulasi sentralistik, kapasitas SDM terbatas, dan lemahnya koordinasi lintas wilayah. Setda, DPMPTSP, dan Bappelitbangda memiliki peran strategis dalam perencanaan dan fasilitasi investasi, tetapi implementasinya belum optimal. Studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Rebana Metropolitan sebagai instrumen pembangunan inklusif bergantung pada penguatan kapasitas kelembagaan, sinkronisasi kebijakan lintas level pemerintahan, serta integrasi aktor lokal dalam pembangunan regional berkelanjutan.