ABSTRAK TARIZA AMALIA GAFAR, Hubungan Perilaku Body Shaming Terhadap Kesehatan Mental Remaja Di SMAN 1 Limboto. Dimbimbing oleh FIRMAWATI dan NUR UYUUN BIAHIMO sebagai Anggota. Body shaming merupakan salah satu bentuk kekerasan verbal yang sering terjadi pada remaja, terutama di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku body shaming dengan kesehatan mental remaja di SMAN 1 Limboto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antar variabel tersebut. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Limboto yang berjumlah 1063 yang terdiri dari kelas 1 sampai dengan 3. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 92 siswa yang terdiri dari kelas Satu berjumlah 30 siswa, kelas Dua berjumlah 31 siswa dan kelas Tiga berjumlah 31 siswa. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Normalitas, uji homogenitas dan uji korelasi. Data dalam analisis ini diperoleh dari hasil uji yang akan dilakukan oleh peneliti, kemudian dihitung frekuensi jawaban benar setiap responden. Dasar pengambilan keputusan untuk menerima hipotesis penelitian didasarkan pada taraf signifikansi 95% dan tingkat kesalahan α = 5% atau 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja di SMAN 1 Limboto mengalami body shaming dalam berbagai bentuk, baik verbal maupun non-verbal, yang berdampak signifikan terhadap kesehatan mental mereka. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara body shaming dengan kesehatan mental, dengan koefisien korelasi sebesar 0,821, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas body shaming yang dialami maka semakin buruk kondisi kesehatan mental remaja tersebut. terdapat hubungan yang sangat signifikan dan kuat antara keduanya, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,821 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Kata Kunci: Abuse, Body Shaming, Kesehatan Mental, Remaja, Verbal