Khusnaya, Ata
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI KINERJA ELEKTRODEIONISASI (EDI) DALAM MENURUNKAN KADAR KONDUKTIVITAS DAN SILIKAT PADA WATER TREATMENT PLANT INDUSTRI FARMASI Khusnaya, Ata; Sa'diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7273

Abstract

Kualitas air sangat penting dalam industri farmasi, terutama dalam produksi Purified Water (PW) yang harus memenuhi standar baku mutu. Salah satu teknologi yang digunakan untuk meningkatkan kualitas air adalah Sistem Elektrodeionisasi (EDI), berfungsi menurunkan kadar konduktivitas dan silikat yang mempengaruhi kualitas air dan kinerja peralatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja EDI dalam menurunkan kadar konduktivitas dan silikat pada Water Treatment Plant industri farmasi, serta mengukur efisiensi sistem dalam mencapai standar kualitas. Data sekunder mengenai konduktivitas dan silikat pada aliran inlet dan outlet EDI bulan Januari 2024 dikumpulkan dan dianalisis menggunakan grafik tren untuk melihat fluktuasi serta memastikan kualitas air sesuai standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Analisis diperkuat dengan uji statistik One-Way ANOVA untuk menguji adanya perbedaan signifikan antara kedua aliran tersebut.  Hasil analisis menunjukkan sistem EDI telah mampu menurunkan kadar konduktivitas dan silikat dengan efisiensi 89,2% dan 80,4%. Efisiensi ini menunjukkan EDI efektif dalam menghilangkan ion terlarut yang dapat menyebabkan kontaminasi produk dan risiko pembentukan kerak serta korosi pada peralatan. Hal ini didukung dengan hasil uji statistik ANOVA yang menunjukkan nilai F hitung lebih besar dari F tabel sehingga disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara aliran inlet dan outlet pada sistem EDI. Walaupun kinerja EDI tergolong baik, efisiensinya sedikit di bawah standar optimal sebesar 95%. Kondisi ini dipengaruhi oleh usia EDI sehingga menyebabkan penurunan kinerjanya. Oleh karena itu, pemeliharaan dan pengawasan lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas air yang dihasilkan.