Isa , Khairunesa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INOVASI DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI PESANTREN MELALUI PROGRAM INKUBASI BISNIS: STUDI KASUS USAHA PERIKANAN BUMPES ULUL ALBAB YOGYAKARTA Syahrudin, Syahrudin; Isa , Khairunesa; Susanto, Roni
Journal of Islamic Science Community Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/isc.v4i2.1191

Abstract

Penelitian ini memberikan analisis mendalam mengenai transformasi ekonomi pesantren melalui penerapan Program Inkubasi Bisnis pada unit usaha perikanan BUM Pesantren (BUMPes) Ulul Albab Yogyakarta. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum program diterapkan, usaha perikanan pesantren menghadapi berbagai tantangan struktural, seperti tingginya biaya pakan, ketergantungan pada bibit dari pihak luar, lemahnya tata kelola manajerial, tidak adanya pencatatan keuangan, serta rendahnya literasi kewirausahaan di kalangan santri. Setelah program inkubasi dijalankan, terjadi transformasi signifikan pada tiga aspek utama: (1) Teknis – diversifikasi komoditas (lele, gurame, patin) serta inovasi pakan berbasis sumber daya lokal seperti azolla, daun pepaya, batang pisang, dan pelet fermentasi mandiri; (2) Kelembagaan – pembentukan koperasi santri sebagai pusat sirkulasi ekonomi yang menerapkan sistem keuangan transparan dan mekanisme reinvestasi keuntungan; (3) Sosial-kultural – munculnya etos spiritualpreneur, yaitu integrasi antara nilai spiritual pesantren, kemandirian ekonomi, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model inkubasi bisnis tidak hanya meningkatkan kinerja ekonomi pesantren, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi Islam yang mandiri, berkelanjutan, dan berbasis nilai. Model ini memiliki potensi untuk direplikasi di pesantren lain dengan syarat adanya adaptasi terhadap potensi lokal, dukungan kelembagaan, dan kolaborasi lintas sektor.