Penelitian ini menganalisis strategi bisnis Fortus Media, agensi digital marketing di Kota Bandung, untuk mencapaikeunggulan kompetitif di tengah persaingan ketat dan adopsi digital UKM yang pesat. Menggunakan pendekatankualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD), wawancaramendalam, observasi, dan analisis dokumen. Analisis komprehensif dilakukan dengan kerangka PESTEL, Porter's FiveForces, Value Chain, Analisis SWOT (didukung EFAS, IFAS, SFAS), Matriks TOWS, dan Grand Strategy Matrix.Fortus Media teridentifikasi memiliki kekuatan tim kreatif dan sistem pelaporan real-time, namun terbatas pada sumberdaya keuangan dan kapasitas karyawan. Peluang besar datang dari adopsi digital UKM dan dukungan pemerintah,sementara ancaman meliputi persaingan ketat dan regulasi data. Analisis menunjukkan posisi eksternal kuat (skor EFAS2.56) dan internal cukup kuat (skor IFAS 2.52). Namun, skor SFAS 2.38 menempatkan Fortus Media pada posisistrategis yang rentan dan tidak stabil. Meskipun demikian, posisi ini berada di Kuadran 1 Grand Strategy Matrix (posisikuat, pasar tumbuh cepat), yang menandakan perlunya strategi pertumbuhan agresif yang dibarengi dengan mitigasikelemahan.Matriks TOWS merumuskan strategi agresif (ekspansi UMKM, inovasi AI), perbaikan internal (kemitraan,standardisasi sistem), serta adaptasi (diferensiasi, kepatuhan). Kesimpulannya, Fortus Media memiliki potensi besaruntuk mencapai keunggulan kompetitif di Bandung, namun harus fokus pada perbaikan kelemahan dan mitigasiancaman agar dapat memaksimalkan potensi pertumbuhan yang adaKata Kunci- Strategi Bisnis, Keunggulan Kompetitif, Digital Marketing, Fortus Media, Analisis SWOT