The acceleration of globalization accompanied by the rapid development of digital technology has increased the intensity of cross-cultural encounters, especially among Generation Z. On the other hand, this condition has also given rise to various new problems, such as strengthening intolerant attitudes, increasing social polarization, and shifting national values. This article aims to examine the contribution of cross-culturalism in building and strengthening the character of tolerance in Generation Z. The research method used is a literature study with a descriptive-analytical approach to various concepts of multicultural education, character education, and studies on the characteristics of Generation Z. The research findings indicate that cross-cultural education has a strategic role in fostering awareness of diversity, social empathy, and the ability to interact positively between cultures. Strengthening the character of tolerance can be done through the integration of cross-cultural values in the curriculum, the application of pedagogy that is responsive to cultural differences, and the development of digital literacy based on ethics. Based on these findings, this article emphasizes the need for continuous collaboration between educational institutions, educators, and national education policies to create a learning ecosystem that is inclusive, equitable, and oriented towards universal human values.ABSTRAKAkselerasi globalisasi yang disertai pesatnya perkembangan teknologi digital telah memperluas intensitas perjumpaan lintas budaya, khususnya di kalangan Generasi Z. Di sisi lain, kondisi tersebut juga memunculkan berbagai persoalan baru, seperti menguatnya sikap intoleran, meningkatnya polarisasi sosial, serta terjadinya pergeseran nilai-nilai kebangsaan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi pendidikan lintas budaya dalam membangun dan memperkuat karakter toleransi pada Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai konsep pendidikan multikultural, pendidikan karakter, serta kajian mengenai karakteristik Generasi Z. Temuan kajian menunjukkan bahwa pendidikan lintas budaya memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran akan keberagaman, empati sosial, dan kemampuan menjalin interaksi antarbudaya secara positif. Penguatan karakter toleransi dapat dilakukan melalui integrasi nilai lintas budaya dalam kurikulum, penerapan pedagogi yang responsif terhadap perbedaan budaya, serta pengembangan literasi digital yang berlandaskan etika. Berdasarkan temuan tersebut, artikel ini menegaskan perlunya kolaborasi yang berkelanjutan antara lembaga pendidikan, pendidik, dan kebijakan pendidikan nasional guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan universal.