Nur Atika, Isna
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan kolaboratif kebidanan dan farmasi dalam penatalaksanaan anemia pada kehamilan: scoping review Setyorini, Catur; Hanifah, Lilik; Sab’ngatun, Sab’ngatun; Pradana Putri, Anggie; Joko Yulianto, Dwi; Nur Atika, Isna
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i1.1685

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan maternal yang prevalensinya masih tinggi, terutama di negara berkembang, dan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kesakitan dan kematian ibu serta bayi. Kolaborasi kebidanan dan farmasi menjadi pendekatan strategis dalam upaya penanggulangan anemia sebagai bagian dari penyakit tidak menular. Tujuan: Scoping review ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah terkait pendekatan kolaboratif kebidanan dan farmasi dalam penatalaksanaan anemia pada kehamilan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode scoping review berdasarkan Arksey dan O’Malley serta pelaporan mengikuti pedoman PRISMA-ScR. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian primer yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir, berbahasa Inggris dan relevan dengan topik. Sebanyak tujuh artikel terpilih dianalisis secara tematik dan dinilai kualitasnya menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Checklist. Hasil: Sintesis data menghasilkan tiga tema utama, yaitu: (1) beban dan faktor risiko anemia pada kehamilan, (2) peran intervensi kebidanan dan farmasi dalam pencegahan dan terapi anemia, serta (3) kolaborasi interprofesional bidan dan farmasis dalam edukasi, terapi, dan keamanan obat. Simpulan: Kolaborasi kebidanan dan farmasi merupakan pendekatan yang efektif dan esensial dalam penatalaksanaan anemia pada kehamilan. Integrasi peran bidan dan farmasis dalam pelayanan antenatal berpotensi meningkatkan kualitas asuhan, kepatuhan terapi, serta keselamatan ibu dan janin.
Intervensi terintegrasi laktasi dan kesehatan mental pada ibu nifas awal: Scoping review Dewi Lieskusumastuti, Anita; Yuniarti, Tri; Lestari, Dwi; Noerlita Ningrum, Andriani; Nur Atika, Isna
Avicenna : Journal of Health Research Vol 9, No 1 (2026): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v9i1.1755

Abstract

Latar belakang: Pada masa nifas, ibu sering menghadapi hambatan menyusui bersamaan dengan perubahan psikologis, terutama pada periode awal pascapersalinan. Kondisi ini dapat memengaruhi keberlanjutan menyusui sekaligus meningkatkan risiko masalah kesehatan mental, sehingga dibutuhkan layanan postpartum yang lebih terpadu. Tujuan: Scoping review ini memetakan bukti ilmiah mengenai intervensi terintegrasi dukungan laktasi dan komponen kesehatan mental pada ibu postpartum/nifas, khususnya periode awal. Metode: Studi dilakukan mengikuti pedoman JBI dan PRISMA-ScR. Pencarian literatur menggunakan strategi MeSH dan kata kunci pada Wiley, ScienceDirect, dan PubMed untuk artikel tahun 2016–2026 berbahasa Indonesia/Inggris. Seleksi dilakukan bertahap (judul, abstrak, full-text) berdasarkan kriteria inklusi-eksklusi. Data diekstraksi menggunakan formulir charting terstruktur dan kualitas studi dinilai menggunakan JBI. Hasil: Dari 2544 artikel yang diseleksi, 12 artikel memenuhi kriteria intervensi terintegrasi (luaran menyusui dan kesehatan mental). Mayoritas studi adalah RCT (75%), dengan kualitas didominasi grade A (58,3%) dan grade B (41,7%). Intervensi terkelompok dalam enam tema: intervensi segera setelah lahir, dukungan menyusui yang berdampak pada depresi postpartum, intervensi komunitas/kunjungan, intervensi digital/mHealth, coparenting, serta relaksasi/manajemen stres berbasis menyusui. Luaran menyusui umumnya membaik, sedangkan luaran mental lebih konsisten membaik pada intervensi dengan komponen psikologis aktif. Simpulan: Bukti intervensi terintegrasi pada nifas awal masih terbatas dan terkonsentrasi pada RCT serta intervensi berbasis fasilitas/digital. Penguatan layanan nifas awal perlu menekankan integrasi dukungan menyusui dan dukungan psikologis aktif, melibatkan keluarga, serta menyediakan alur tindak lanjut dan rujukan yang jelas agar keberlanjutan menyusui dan kesehatan mental ibu lebih terjaga.