Mardhatillah, Cut
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROFIL PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMAN 1 SAKTI Mardhatillah, Cut; Fajri, Heri; Munira, Widia
Education Enthusiast : Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol 5, No 3 (2025): Vol 5 No 3 (2025): Des
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengangkat masalah 1) Bagaimanakah implementasi nilai-nilai Profil Pancasila dalam pembelajaran sejarah. 2) Bagaimakah kualitas belajar siswa dalam pembelajaran Sejarah. 3) Bagaimanakah hambatan yang dihadapi guru dalam mengintegrasikan nilai pancasila dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi nilai-nilai Pancasila sangat dipengaruhi oleh pendekatan dan gaya mengajar masing-masing guru. Sebagian guru mempertahankan pendekatan konvensional dan tekstual, dengan fokus utama pada hafalan dan disiplin. Ada guru yang meminimalkan diskusi dan kreativitas, menempatkan sejarah sebagai penguasaan fakta semata. nilai-nilai Pancasila berhasil ditanamkan lebih efektif jika guru mampu mengaitkannya dengan kehidupan nyata, membangun ruang dialog, dan memberikan proyek-proyek kreatif yang merangsang pemahaman dan penghayatan siswa. 2) Kualitas belajar siswa dalam pembelajaran sejarah siswa merasa lebih tertarik dan semangat belajar sejarah ketika pembelajaran dikemas secara interaktif, visual, dan naratif. Media seperti video, cerita sejarah, permainan peran, dan diskusi kelompok membuat materi lebih mudah dicerna dan menyenangkan. 3) Hambatan yang dihadapi oleh guru diantaranya adalah keterbatasan sumber belajar, terutama yang aplikatif dan kontekstual. Keterbatasan waktu pembelajaran, yang membuat guru kesulitan menyeimbangkan penyampaian materi dengan penanaman nilai-nilai luhur.