Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahapan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas VII yang memiliki kemampuan awal setara, yaitu kelas VII-1 sebagai kelas kontrol dan kelas VII-2 sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis kearifan lokal memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Hasil validasi menunjukkan rata-rata penilaian umum sebesar 3,44, Modul Ajar 3,55, Bahan Ajar 3,33, dan Lembar Kerja Siswa 3,72, yang seluruhnya memenuhi kriteria kevalidan (≥ 2,50). Kepraktisan perangkat ditunjukkan oleh respons positif guru sebesar 83,3% dan siswa 82,3%, melampaui batas kepraktisan (≥ 70%). Keefektifan perangkat dibuktikan melalui hasil uji signifikansi (sig = 0,001 < α = 0,05) yang menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dengan perangkat berbasis kearifan lokal lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, perangkat pembelajaran berbasis kearifan lokal dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran matematika karena terbukti valid, praktis, dan efektif.