Cristin Pascal Geong
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONTRUKSI PENGETAHUAN PRAKTIS GURU PENDIDIKAN JASMANI DI ERA KURIKULUM MERDEKA Dika Adi Rahma Putra; Cristin Pascal Geong; Dinar Nindia Husen Hasanudin; Elma Marcella
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v26i1.6030

Abstract

Kurikulum Merdeka menuntut guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk memiliki pengetahuan praktis yang adaptif, reflektif, dan kontekstual dalam mengimplementasikan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konstruksi pengetahuan praktis guru PJOK dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologi. Partisipan penelitian terdiri atas lima guru PJOK jenjang sekolah dasar dan menengah yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahapan reduksi data, pemberian kode, pengelompokan tema, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka mendorong terjadinya transformasi peran guru PJOK dari instruktur menjadi fasilitator dan reflektor pembelajaran. Pengetahuan praktis guru dibangun melalui pengalaman mengajar, refleksi berkelanjutan, serta penyesuaian strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Guru menerapkan pembelajaran yang lebih fleksibel melalui asesmen diagnostik, pembelajaran berdiferensiasi, project-based learning sederhana, dan aktivitas gerak yang kontekstual. Namun demikian, tantangan masih ditemukan, terutama terkait keterbatasan waktu, tuntutan administrasi, dan kesulitan dalam menerapkan diferensiasi secara optimal. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas guru PJOK melalui pelatihan berkelanjutan, kolaborasi profesional, dan pengembangan komunitas belajar untuk mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka.
Bahasa Indonesia Sebagai Cerminan Pola Pikir Mahasiswa Yang Sportif Dalam Dunia Olahraga Dika, Dika Adi Rahma Putra; Cristin Pascal Geong; Gendis Zahyra Daniswari Hudaya; Giani Rezki Febriani; Rhasif Muhammad Ghassan; Zahra Septya; Mochamad Whilky Rizkyanfi
Journal Sport Science Indonesia Vol 5 No 1 (2026): Journal of Sport Science Indonesia
Publisher : Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jassi.5.1.86-97

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana penggunaan Bahasa Indonesia mencerminkan pola pikir sportif mahasiswa dalam konteks aktivitas olahraga. Bahasa dipandang tidak hanya sebagai alat komunikasi teknis, tetapi juga sebagai medium yang merepresentasikan nilai, sikap, serta karakter sportif seperti kejujuran, saling menghargai, kerja sama, pengendalian emosi, dan fair play. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap mahasiswa yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan olahraga kompetitif. Analisis tematik dilakukan melalui reduksi data, pemberian kode, dan pengelompokan tema hingga menghasilkan pola linguistik yang konsisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan seperti pengakuan kesalahan, permintaan maaf, instruksi permainan, motivasi tim, serta ungkapan penerimaan hasil kompetisi menjadi indikator nyata pola pikir sportif yang terinternalisasi. Bahasa Indonesia digunakan mahasiswa untuk menjaga integritas pertandingan, mempererat koordinasi, meredam konflik, serta membangun interaksi yang harmonis. Dengan demikian, bahasa tidak hanya menjadi sarana penyampaian pesan, tetapi juga cermin nilai sportivitas yang berkembang dalam diri mahasiswa melalui pengalaman berolahraga. Temuan ini menegaskan pentingnya literasi bahasa dalam mendukung pembentukan karakter sportif di lingkungan perguruan tinggi.