Angka kematian ibu hamil di Indonesia masih tinggi, disebabkan oleh anemia dan komplikasi kehamilan akibat malnutrisi, seperti kekurangan zat besi, asam folat, dan kalsium. Suplemen yang tersedia umumnya memiliki rasa kurang menyenangkan dan bentuk yang kurang praktis, sehingga mengurangi kepatuhan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi dan evaluasi sediaan granul effervescent kombinasi ekstrak Stenochlaena palustris (daun kelakai) dan Psidium guajava L. (jambu biji merah) dengan variasi konsentrasi asam sebagai suplemen zat besi dan asam folat alternatif untuk ibu hamil. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan metode granulasi basah dan evaluasi fisik granul meliputi uji organoleptik, waktu alir, kecepatan alir, sudut diam, kandungan lembab, pH, waktu larut, ketinggian busa, dan waktu hilang buih. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa kedua ekstrak kelakai dan jambu biji merah mengandung senyawa flavonoid, fenolik, tanin, dan alkaloid. Berdasarkan hasil yang didapatkan, Formula III (perbandingan asam sitrat dan asam tartrat (9:3)) menunjukkan hasil yang terbaik dalam beberapa parameter, seperti waktu larut tercepat (2,22±0,07 menit), waktu hilang buih tercepat (2,12±0,05 menit), kandungan lembab 0,60±0,20%, serta sudut diam 36,29±0°. Namun meskipun lebih unggul, terdapat parameter yang masih belum memenuhi syarat seperti waktu alir yang masih 25,15 ± 2,88 detik serta ketinggian busa 1,63±0,15 cm. Berdasarkan hal ini, formula III merupakan formula suplemen effervescent paling optimal namun masih perlu dilakukan optimasi lebih lanjut. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar awal pengembangan suplemen herbal untuk ibu hamil, namun perlu dilakukan uji lanjutan, seperti uji kandungan Fe dan Ca2+, serta uji in vivo pada hewan uji untuk menilai keamanan (termasuk uji teratogenisitas) dan khasiatnya. Selain itu, perlu dilakukan uji stabilitas sediaan untuk memastikan mutu dan kestabilan produk.