Paparan sinar ultraviolet (UV) secara berlebihan dapat memicu berbagai masalah kulit, termasuk penuaan dini hingga resiko kanker kulit. Penggunaan tabir surya menjadi salah satu langkah protektif yang penting. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) diketahui memiliki senyawa aktif, seperti xanton, yang memiliki potensi sebagai antioksidan dan pelindung UV alami. Xanton yang berkhasiat sebagai antioksidan mempunyai potensi sebagai tabir surya yang mampu menyerap sinar UV-A maupun UV-B sehingga mengurangi intensitas pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengevaluasi sifat fisik sediaan emulgel tabir surya ekstrak etanol kulit buah manggis. Metode penelitian meliputi proses ekstraksi kulit buah manggis secara maserasi dengan etanol 96%, dilanjutkan dengan optimasi formulasi emulgel menggunakan gelling agent Carbopol 940 dengan variasi konsentrasi 0,5%; 0,75%; 0,85% dan 1%. Selanjutnya, dilakukan formulasi sediaan emulgel hasil optimasi yang optimal (paling baik) yaitu dengan penambahan Carbopol 940 0,75%; 0,85% dan 1% dan penambahan ekstrak kulit buah manggis sebagai zat aktif tabir surya. Evaluasi dilakukan terhadap beberapa parameter fisik sebelum dan sesudah kondisi dipaksakan (cycling test) dengan jumlah sampel triplo untuk masing-masing formula yang meliputi uji : organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan tipe emulsi serta uji nilai SPF secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan emulgel yang stabil secara fisik dan memenuhi persyaratan sediaan topikal. Nilai SPF sediaan mengalami penurunan jika dibandingkan ekstrak (nilai SPF ekstrak = 45,17), tetapi nilai SPF sediaan (nilai SPF sediaan [F1= 25,03], [F2= 25,67], [F3= 25,75]) lebih tinggi dibanding dengan nilai SPF kontrol negatif / sediaan tanpa ekstrak (nilai SPF = 16,90). Dari nilai SPF tersebut, dapat diketahui bahwa emulgel yang dihasilkan memiliki aktivitas sebagai tabir surya dengan kategori proteksi ultra.