Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat terutama pada daunnya mengandung senyawa flavonoid yang mampu bertindak sebagai antibakteri dan sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi ekstrak etanol daun kecombrang yang memenuhi syarat mutu fisik, untuk mengetahui efek iritasi dari sediaan clay mask pada kulit serta untuk mengetahui potensi antibakteri dan antioksidan pada sediaan clay mask ekstrak etanol daun kecombrang. Penelitian ini diawali dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang didapatkan dibuat dalam sediaan clay mask yang sebelumnya dilakukan uji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) menggunakan metode dilusi cair dan diperoleh konsentrasi FI (1,5%), FII (2,5%), FIII (5%). Pengujian iritasi menggunakan metode patch test dan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran serta pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian yang diperoleh sediaan clay mask ekstrak etanol daun kecombrang memenuhi syarat mutu fisik, tidak terdapat iritasi, dan hasil pengujian aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes diperoleh diameter zona hambat FI (12,89 ± 1,10), FII (14,28 ± 0,89), dan FIII (16,06 ± 0,89) dengan kategori kuat serta hasil pengujian aktivitas antioksidan diperoleh nilai IC50 sediaan clay mask ekstrak etanol daun kecombrang FI (93,184 ± 0,11), FII (90,798 ± 0,11), dan FIII (87,209 ± 0,04) dengan kategori kuat. Hasil analisis statistik pengujian aktivitas antibakteri menggunakan Analisis Varians (ANAVA) menunjukkan ketiga formula berbeda secara signifikan (nilai sig. < 0,05) dan hasil analisis statistik pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ketiga formula tidak terdapat perbedaan nyata antar perlakuan terhadap aktivitas antioksidan karena nilai sig. > 0.05.