Background: Hypertension is a non-communicable disease that has become a global health concern. Adherence to antihypertensive medication is crucial for blood pressure control and preventing complications. Family support and patient knowledge level are factors that can influence treatment adherence. Purpose: To determine the relationship between family support and knowledge level with medication adherence among hypertensive patients. Method: Quantitative research with cross-sectional design involving 70 hypertensive patients at Puskesmas Gamping 1. Sampling technique used purposive sampling. Research instruments included family support questionnaire (Nursalam), knowledge level questionnaire (HFQ), and medication adherence questionnaire (MMAS-8). Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. Result: The majority of respondents (68.6%) received good family support and 91.4% had high knowledge levels. Medication adherence levels varied with 41.4% of respondents having moderate adherence, 31.4% high adherence, and 27.1% low adherence. Spearman Rank test showed a significant positive relationship between family support and medication adherence (p-value = 0.012; r = 0.298). However, the Spearman rank test showed no significant relationship between knowledge level and medication adherence (p-value = 0.329). Conclusion: There is a significant positive relationship between family support and medication adherence, but there is no significant relationship between knowledge level and medication adherence among hypertensive patients. Keywords: Family Support; Hypertension; Knowledge Level; Medication Adherence Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi perhatian kesehatan dunia. Kepatuhan minum obat antihipertensi sangat penting untuk mengendalikan tekanan darah dan mencegah komplikasi. Dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan pasien merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan pengobatan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 70 pasien hipertensi di Puskesmas Gamping 1. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga (Nursalam), kuesioner tingkat pengetahuan (HFQ), dan kuesioner kepatuhan minum obat (MMAS-8). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank Hasil: Mayoritas responden (68.6%) memperoleh dukungan keluarga yang baik dan 91.4% memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi. Tingkat kepatuhan minum obat bervariasi dengan 41,4% responden memiliki kepatuhan sedang, 31.4% kepatuhan tinggi, dan 27.1% kepatuhan rendah. Uji Rank Spearman menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (p-value = 0.012; r = 0.298). Namun, uji Spearman Rank menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat (p-value = 0.329). Simpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat, dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat. Kata Kunci: Dukungan Keluarga; Hipertensi; Kepatuhan Minum Obat; Tingkat Pengetahuan.