Latar Belakang: Asami urati merupakani produki akhiri metabolismei purin, i yangi secarai alami terdapat dalam tubuh maupun pada makanan seperti daging merah, jeroan, makanan laut, serta beberapa jenis kacang dan sayuran. Salah satu sayuran yang mengandung purin adalah buncis (Phaseolus vulgaris), khususnya varietas Sembalun yang banyak dikonsumsi di daerah tertentu. Kandungan purin dalam buncis berpotensi memengaruhi kadar asam urat dalam tubuh, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan atau diolah dengan cara tertentu, seperti digoreng. Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaani kadari asami urati padai remaja sebelumi dani setelahi mengkonsumsii buncisi gorengi varietasi sembalun. Metode Penelitian: Jenisi penelitiani inii adalahi experimeni dengani desaini pretest-postesti menggunakan isampeli darahi kapileri sebanyaki 30i sampeli respondeni remaja umur 17-23 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Responden diberi intervensi berupa konsumsi buncis goreng varietas sembalun sebanyak 100 gram setiap hari selama 7 hari berturut-turut. Pengukuran kadar asam urat dilakukan sebelum dan setelah intervensi menggunakan POCT autocheck. Analisis dengan uji statistik menggunakan uji T-berpasangan. Hasil Penelitian: Reratai kadari asami urati meningkat dari 4,8 mg/dL sebelum intervensi menjadi 5,5 mg/dL setelah intervensi. Hasil uji statistik menggunkan ujii t-berpasangani dan menunjukkani terdapatnya perbedaan yang signifikan antara kadar asam urat sebelum dan setelah mengkonsumsi buncis goreng yakni (p-valuie) < 0,05. Kesimpulan: Hasilipenelitianimenunjukkanibahwa terdapatnya pengaruhikadariasamiuratipada remaja. Sebelum dan setelah pemberian buncis yang digoreng dengan dosis 100 gram.