Mutia Ramadhani, Elin
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANAJEMEN PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING SECARA LANGSUNG DALAM LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL DAN KELOMPOK Mutia Ramadhani, Elin; Naila Nadya; Angely Agustine Blezyinsky
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i1.7730

Abstract

Abstrak.This literature review aims to describe the management of direct implementation of guidanceand counseling (GC) services in schools, focusing on individual counseling and group counseling.Relevant journal articles and scientific sources were examined to identify how both services areplanned, implemented, evaluated, and followed up by school counselors. The findings indicatethat individual counseling is conducted through face-to-face interaction that allows counselors toexplore students’ personal issues in depth, whereas group counseling relies on group dynamics asa medium for sharing experiences and providing social support. Although both services followsimilar stages, their implementation still encounters challenges such as limited service time, animbalanced counselor–student ratio, and program planning that is not yet fully structured. Thereview also reveals that previous studies tend to emphasize the effectiveness of counselingtechniques rather than the managerial aspects of service delivery. Therefore, improvements inservice management are needed to ensure that individual and group counseling can operate moresystematically and meet students developmental needs. Abstrak.Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan terkait manajemen pelaksanaan layananbimbingan dan konseling (BK) secara langsung, khususnya konseling individual dan konselingkelompok di sekolah, melalui kajian literatur terhadap jurnal dan sumber ilmiah yang relevan.Hasil telaah menunjukkan bahwa konseling individual dilaksanakan melalui interaksi tatap mukayang memungkinkan konselor menggali permasalahan siswa secara personal, sedangkankonseling kelompok menekankan dinamika antaranggota sebagai media berbagi pengalaman dandukungan sosial. Kedua layanan tersebut memiliki tahapan yang serupa, meliputi perencanaan,pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut, namun penerapannya di lapangan masih menghadapikendala seperti keterbatasan waktu, rasio konselor BK dan siswa yang tidak ideal, sertaperencanaan program yang belum sepenuhnya terstruktur. Kajian juga menemukan bahwapenelitian sebelumnya lebih banyak menyoroti efektivitas teknik konseling dibandingkan aspekmanajemen pelaksanaannya. Dengan demikian, perbaikan dalam cara pengelolaan layanan diperlukan agar konseling individual dan kelompok dapat berjalan lebih teratur dan sesuai dengankebutuhan perkembangan peserta didik