Try Heni Aprilia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

LIVING HADIS DALAM DAKWAH KULTURAL KYAI AGENG MUHAMMAD BESARI: RELASI SANTRI–PRIYAYI DI TEGALSARI–PONOROGO (1742–1773 M) Ahmad Subakir; Saiful Mujab; Try Heni Aprilia
UNIVERSUM: Jurnal Keislaman dan Kebudayaan Vol. 18 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : LPPM UIN Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pola dakwah kultural Kyai Ageng Muhammad Besari Tegalsari–Ponorogo (1742–1773 M) dalam perspektif kajian living hadis. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana hadis Nabi tidak hanya dipahami sebagai teks normatif, tetapi dihidupi dan diwujudkan dalam praktik sosial, budaya, serta kepemimpinan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-historis dengan metode studi pustaka dan penelusuran sumber lokal, termasuk manuskrip, silsilah, tradisi pesantren, serta narasi lisan masyarakat Tegalsari dan Ponorogo. Kerangka analisis living hadis digunakan untuk membaca genealogi keulamaan, otoritas kepemimpinan, dakwah akulturatif, serta relasi santri–priyayi sebagai ruang praksis nilai-nilai profetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kyai Ageng Muhammad Besari merepresentasikan figur ulama yang mengintegrasikan ajaran hadis tentang amanah, keteladanan, persaudaraan, dan solidaritas sosial ke dalam budaya Jawa secara integratif. Pesantren Tegalsari berfungsi sebagai pusat transmisi keilmuan, etika sosial, dan rekonsiliasi budaya, yang memperkuat kohesi sosial masyarakat Ponorogo. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah Islam di Jawa abad ke-18 berkembang melalui pendekatan kultural yang berakar pada living hadis, serta memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan studi hadis kontekstual dan Islam Nusantara.