Abubakar, Abdarah
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS KEHILANGAN PASCA PANEN TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI KABUPATEN BIMA Abdarah, Abdarah; Marsinah, Marsinah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3845

Abstract

Jagung merupakan tanaman Serealia yang memiliki banyak manfaat dan kandungan yaitu Karbohidrat dan Protein Tanaman ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai sumber ekonomi. Upaya peningkatan ekonomi masih menghadapi berbagai masalah dan kendala yaitu dengan banyaknya  kehilangan pasca panen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Variable yang diteliti adalah penerapan penggunaan teknologi tepat guna pada tanaman jagung yang diukur dengan menggunakan sistem penilaian. Penentuan sampel pada daerah penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode purposive yaitu pengambilan sampel secara sejajar. Banyaknya kehilangan jagung disebabkan petani responden banyak menggunakan sabit gerigi kurang tajam, alas yang kurang luas, wadah dan kurangnya keras ikat pada mulut karung sehingga banyak jagung yang bercecran di tanah. Cuaca dan kondisi yang membuat tempat penyimpanan lembab menyebabkan jagung berjamur sehingga jagung yang di simpan bisa terinveksi penyakit gudang atau penyakit jamur. Kata kunci: Jagung, Analisis, Pascapanen ABSTRACTCorn is a cereal plant that has many benefits and contents, namely carbohydrates and protein. This plant has a great opportunity to be developed as an economic resource. Efforts to improve the economy still face various problems and obstacles, namely the large number of post-harvest losses. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. The variable studied is the application of appropriate technology to corn plants which is measured using a scoring system. Determination of samples in the research area was carried out using the purposive method, namely parallel sampling. The large amount of corn loss was caused by many respondent farmers using scythes with less sharp teeth, less wide bases, containers and less tight ties at the mouths of the sacks so that a lot of corn ended up on the ground. Weather and conditions that make the storage area damp cause corn to become moldy so stored corn can be infected with warehouse disease or fungal diseases. Keywords : Corn, Analysis, Postharvest 
PENGARUH EKSTRAK BAWANG PUTIH (allium sativum L.) TERHADAP MORTALITAS LARVA SPODOPTERA FRUGIPERDA PADA TANAMAN JAGUNG. Abdarah, Abdarah
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 22 No 1 (2025): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v22i1.4269

Abstract

Bahasa Indonesia: Sebagai tanaman pangan strategis, jagung (Zea mays L.) menyediakan karbohidrat, pakan ternak, dan membantu memastikan pasokan pangan nasional. Hama seperti Spodoptera frugiperda, yang lebih dikenal sebagai ulat tentara jagung, menimbulkan ancaman serius bagi ladang jagung dan dapat menurunkan hasil panen secara drastis. Pestisida kimia umumnya digunakan oleh petani untuk mengendalikan hama ini, tetapi penggunaannya yang berlebihan dapat membahayakan manusia dan lingkungan. Memeriksa efek ekstrak bawang putih, pestisida botani, pada perilaku makan dan tingkat kematian larva S. frugiperda adalah tujuan utama dari penelitian ini. Dari Januari hingga April 2024, para peneliti di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman Pusat Perlindungan Tanaman Pangan NTB memantau tanaman yang diteliti. Dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan, penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rentang Varians digunakan untuk mengevaluasi data pada tingkat 5%. Pengujian selanjutnya dilakukan dengan menggunakan BNT (Smallest Real Difference) pada tingkat signifikansi 5% apabila terlihat perbedaan perlakuan yang signifikan. Dengan tingkat kematian maksimum sebesar 53,33 persen pada dosis 80 g/100 ml, hasil menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih efektif meningkatkan kematian larva. Ekstrak juga berpengaruh terhadap penghambatan makan; perlakuan dengan konsentrasi tertinggi menghasilkan aktivitas makan paling sedikit dan penghambatan paling besar.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN TERHADAP PEMBERIAN POC LIMBAH CAIR TAHU DAN DOSIS PUPUK PETROGANIK Marsinah, Marsinah; Abdarah, Abdarah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4266

Abstract

Cucumber (Cucumis sativus L.) is a type of fruit vegetable that has many benefits, so demand for cucumber commodities is very rapid. One way to increase cucumber production is through fertilization. This research aims to determine the effect of giving OLC (Organic Liquid Compost) liquid tofu waste and doses of petroganic fertilizer on the growth and yield of cucumber plants. The experimental design used was a factorial randomized block design (RBD) with two factors. The first factor, namely the dose of petroganic fertilizer, consists of 3 treatment levels, namely: P1: 1 ton/ha (2.5 g/plant); P2: 2 tons/ha (5 g/plant); P3: 3 tonnes/ha (7.5 g/plant). The second factor, namely the interval for administering OLC for tofu liquid waste, consists of 3 levels of treatment, namely: I1: OLC for tofu liquid waste fertilization at intervals of 7 days; I2: POC liquid waste tofu fertilization interval 9 days; I3: POC liquid waste knows to fertilize every 12 days. Observation variables include plant height, plant height growth rate, number of leaves, growth rate of leaf number, number of fruit, fruit weight and fruit length. The results showed that the treatment dose of petroganic fertilizer was not significantly different from all observed variables. Meanwhile, the treatment interval for administering OLC for tofu liquid waste was significantly different for all observation variables. And there was no interaction between the two treatments. Keywords: cucumber, petroganik; tofu liquid waste olc INTISARI Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan jenis sayuran buah yang memiliki  banyak manfaat, sehingga permintaan terhadap komoditi mentimun sangat pesat. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi mentimun, yaitu melalui pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC limbah cair tahu dan dosis pupuk petroganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis pupuk petroganik terdiri atas 3 aras perlakuan, yaitu: P1 : 1 ton/ha (2,5 g/pertanaman); P2: 2 ton/ha (5 g/per tanaman); P3: 3 ton/ha (7,5 g/per tanaman). Faktor kedua yaitu interval pemberian POC limbah cair tahu terdiri atas 3 aras perlakuan, yaitu: I1: POC limbah cair tahu pemupukan selang 7 hari; I2: POC limbah cair tahu pemupukan selang 9 hari; I3: POC limbah cair tahu pemupukan selang 12 hari. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, laju pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, laju pertumbuhan jumlah daun, jumlah buah, bobot buah dan panjang buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk petroganik tidak berbeda nyata terhadap semua variabel pengamatan. Sedangkan perlakuan interval pemberian POC limbah cair tahu berbeda nyata terhadap semua variabel pengamatan.  Dan tidak terjadi interaksi diantara kedua perlakuan. Kata kunci: mentimun; petroganik; poc limbah cair tahu
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PEPAYA DALAM MENGENDALIKAN HAMA Crocidolomia binotalis Zell PADA TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) Abdarah, Abdarah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4240

Abstract

Tanaman sawi merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai  komersial ditinjau dari segi, teknis  ekonomis, sosialnya dan tanaman ini layak  diusahakan di Indonesia. Tanama ini merupakan jenis sayuran yang digemari oleh semua golongan masyarakat. Dalam budidaya tanaman sawi masih banyak kendala yang dihadapi salah satunya yaitu tanaman di serang  hama dan penyakit yang dapat menurunkan produktivitas tanaman, bahkan menyebabkan kegagalan panen. Salah satu hama yang menyerang tanaman sawi adalah hama ulat, serangan hama ulat merupakan faktor yang menghambat dalam budidaya tanaman sawi, oleh karena itu, pengendalian hama ini perlu dilakukan dengan alternatif lain, salah satunya adalah dengan menggunakan pestisida nabati yang berasal dari berbagai ekstrak tanaman. Tujuan penelitian ini dilakukan Untuk menguji efektivitas ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap mortalitas Crocidolomia binotalis pada tanaman sawi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Balai Proteksi Tanaman Pangan NTB. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan mulai dari bulan Januari sampai Maret 2023. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu 3 perlakuan konsentrasi ekstrak daun pepaya dan 1 tanpa perlakuan (kontrol), masing– masing perlakuan terdapat 3 kali ulangan yakni, K0 (kontrol)= 0 g daun papaya + 1L air, K1 = 300 g daun papaya + 1L air, K2 = 400 g daun pepaya + 1L air, K3 = 500 g daun pepaya + 1L air. Sehingga terdapat 12 unit percobaan, setiap percobaan menggunakan 10 ekor larva  uji yaitu 120 ekor  larva. Data di analisis menggunakan ANOVA diteruskan dengan uji Duncan. Hasil penelitian membuktikan bahwa ekstrak Daun Pepaya memiliki toksisitas tinggi karena berpengaruh terhadap Ulat C. binotalis dengan rata-rata mortalitas tertinggi yaitu mencapai 100%. Kata Kunci : Eekstrak Daun Pepaya, Hama,Tanaman SawiTanaman sawi merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai  komersial ditinjau dari segi, teknis  ekonomis, sosialnya dan tanaman ini layak  diusahakan di Indonesia. Tanama ini merupakan jenis sayuran yang digemari oleh semua golongan masyarakat. Dalam budidaya tanaman sawi masih banyak kendala yang dihadapi salah satunya yaitu tanaman di serang  hama dan penyakit yang dapat menurunkan produktivitas tanaman, bahkan menyebabkan kegagalan panen. Salah satu hama yang menyerang tanaman sawi adalah hama ulat, serangan hama ulat merupakan faktor yang menghambat dalam budidaya tanaman sawi, oleh karena itu, pengendalian hama ini perlu dilakukan dengan alternatif lain, salah satunya adalah dengan menggunakan pestisida nabati yang berasal dari berbagai ekstrak tanaman. Tujuan penelitian ini dilakukan Untuk menguji efektivitas ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap mortalitas Crocidolomia binotalis pada tanaman sawi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Balai Proteksi Tanaman Pangan NTB. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan mulai dari bulan Januari sampai Maret 2023. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu 3 perlakuan konsentrasi ekstrak daun pepaya dan 1 tanpa perlakuan (kontrol), masing– masing perlakuan terdapat 3 kali ulangan yakni, K0 (kontrol)= 0 g daun papaya + 1L air, K1 = 300 g daun papaya + 1L air, K2 = 400 g daun pepaya + 1L air, K3 = 500 g daun pepaya + 1L air. Sehingga terdapat 12 unit percobaan, setiap percobaan menggunakan 10 ekor larva  uji yaitu 120 ekor  larva. Data di analisis menggunakan ANOVA diteruskan dengan uji Duncan. Hasil penelitian membuktikan bahwa ekstrak Daun Pepaya memiliki toksisitas tinggi karena berpengaruh terhadap Ulat C. binotalis dengan rata-rata mortalitas tertinggi yaitu mencapai 100%. Kata Kunci : Eekstrak Daun Pepaya, Hama,Tanaman Sawi
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalanicum L.) TERHADAP PERLAKUAN PUPUK KOMPOS DAN NITROGEN Abubakar, Abdarah
Jurnal Pertanian Agros Vol 28 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v28i1.159

Abstract

Shallots (Allium ascalanicum L.) are a vegetable commodity with high economic value. Shallot productivity in West Nusa Tenggara (NTB) remains relatively low due to declining soil fertility. One way to increase shallot productivity is through the addition of soil fertility enhancers, such as compost, and fertilizer efficiency. This study aimed to determine the effect of compost, nitrogen fertilizer, and their interaction on shallot growth and yield. The experiment was conducted from May to August 2024 in the greenhouse of the Bima City Agriculture and Plantation Service. The experiment was designed using a factorial Completely Randomized Design consisting of two factors, namely the dose of Compost Fertilizer (3 levels) K0: 0 tons/ha without Compost Fertilizer, K1: 10 tons/ha, K2: 20 tons/ha, and the dose of Nitrogen (4 levels) N0: 0 kg/ha without Nitrogen, N1: 200 kg/ha, N2: 400 kg/ha. The results of the study showed that there was an interaction between the dose of Compost Fertilizer and nitrogen on the growth of plant height, number of leaves and number of cloves, where the dose of Compost Fertilizer was 20 tons/ha and nitrogen at 400 kg/ha gave the highest growth.