Bria, Fredrika Trivoni
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Perkembangan Perdesaan di Kawasan Perbatasan Negara Indonesia – Timor Leste dan Faktor yang Mempengaruhinya Bria, Fredrika Trivoni; Setyono, Jawoto Sih
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i4.71985

Abstract

Kawasan perbatasan memiliki peran strategis mendorong kemandirian desa dan mengurangi kesenjangan desa-kota. Sebagai beranda depan negara, kawasan perbatasan masih termasuk dalam Kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, termasuk Kabupaten Belu di Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Timor Leste.  Kabupaten Belu memiliki interaksi yang cukup tinggi dengan Timor Leste melalui aktivitas perdagangan dan sosial budaya. Namun, tingkat kemiskinan masih mencapai 14,84% dan 62,8% masyarakat tinggal di kawasan perdesaan dengan kondisi yang belum mandiri.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika perkembangan perdesaan di kawasan perbatasan Motaain khususnya desa-desa yang berada pada koridor penghubung Pusat Perkotaan Atambua dan Kawasan Perbatasan Motaain.  Data yang digunakan meliputi kondisi fisik dasar, karakteristik demografi, fasilitas umum, sosial-ekonomi, kawasan rawan bencana, serta program pembangunan desa. Metode yang digunakan meliputi analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik kawasan perdesaan, analisis skoring untuk menganalisis tingkat perkembangan desa serta Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi perkembangannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan karakteristik kawasan perdesaan perbatasan Motaain pada tahun 2000-2020 dengan pertumbuhan positif di berbagai aspek. Perubahan ini tercermin dari peningkatan status desa dari desa tertinggal dan sangat tertinggal menjadi desa berkembang dan maju. Perkembangan ini dipengaruhi oleh aspek fisik dan sosial dengan faktor utama yang berperan adalah akses terhadap infrastruktur, ketersediaan fasilitas umum, dan tingkat pendidikan masyarakat desa. Ketiga faktor ini berkontribusi terhadap mobilitas penduduk, ekonomi lokal serta kualitas hidup masyarakat perdesaan.