Salah satu komplikasi serius yang sering terjadi pada pasien DM adalah luka gangren, yaitu suatu kondisi di mana terjadi kerusakan jaringan (nekrosis) akibat kurangnya suplai darah yang adekuat ke area tertentu, terutama di ekstremitas bawah. Kurangnya pemahaman, keterbatasan akses terhadap makanan sehat, dan kebiasaan makan yang sudah tertanam menjadi tantangan dalam pengelolaan luka DM. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet pasien diabetes melitus terhadap penyembuhan luka gangren pada penderita diabetes melitus. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien DM yang mengalami luka gangren dan besar sampelnya 30 responden, dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner untuk kepatuhan dan lembar observasi untuk penyembuhan luka. Data yang diperoleh kemudian dilakukan coding, scoring, tabulating, dan data diuji analisis rank spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas memiliki kepatuhan diet sangat patuh sebanyak 17 responden (56,7%), dan penyembuhan luka gangren mayoritas hampir sembuh sebanyak 19 responden (63,3%). Hasil uji analisis rank spearman, ada hubungan kepatuhan diet pasien diabetes melitus terhadap penyembuhan luka gangren pada penderita diabetes melitus di Gedung Pancasila RS Al Huda Banyuwangi, didapatkan nilai ρ = 0,000 < α = 0,05. Keluarga dan pasien diharapkan aktif mencari informasi dari sumber terpercaya dan mematuhi anjuran tenaga kesehatan, baik terkait pola makan, kontrol gula darah, maupun perawatan luka.