Penelitian kualitatif deskriptif ini membahas masalah dalam pengajaran bahasa Arab jarak jauh melalui siaran radio di Radio Ar-Risalah Medan. Program ini dibuat untuk membantu masyarakat belajar bahasa Arab tanpa batasan ruang dan waktu. Namun pelaksanaannya menghadapi banyak kendala. Masalah utama muncul karena metode belajar tradisional seperti Talaqqi dan Grammar-Translation dipindahkan ke media radio yang hanya mengandalkan suara dan bersifat satu arah. Hal ini menimbulkan ketidaksesuaian antara metode dan media sehingga proses belajar menjadi kurang efektif. Penelitian ini bertujuan menggambarkan cara kerja program, menemukan hambatan yang benar terjadi di lapangan, dan memberikan saran perbaikan. Penelitian dilakukan di Deli Serdang dari Juli 2021 hingga Mei 2022. Subjek penelitian meliputi pengajar utama, manajemen radio, dan para pendengar yang menjadi peserta. Ada sekitar 30 sampai 38 peserta terdaftar, tetapi hanya peserta aktif yang diwawancara mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 7 sampai 12 peserta yang aktif tiap sesi, sementara sebagian besar lainnya menjadi pendengar pasif. Masalah seperti kesalahan pengucapan huruf Arab dan tata bahasa sulit diperbaiki karena tidak ada visualisasi. Hambatan teknis dan rasa gugup peserta saat berbicara di radio juga memperburuk situasi. Penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran kurang efektif karena metode tatap muka diterapkan di radio tanpa penyesuaian. Solusi yang disarankan adalah mengembangkan model pembelajaran hibrida yang menggabungkan radio dengan media sosial serta menambah latihan bersama agar pembelajaran lebih inklusif dan berkualitas.