Di era digitalisasi saat ini, fungsi akuntansi dituntut untuk menyediakan informasi keuangan yang akurat dan tepat waktu guna mendukung pengambilan keputusan strategis. PT XX menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan fungsi akuntansinya yang masih memiliki ketergantungan pada proses semi-manual dan struktur organisasi yang belum sepenuhnya ideal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas, efisiensi, dan ekonomisasi fungsi akuntansi serta sistem pengendalian internal pada PT XX, serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kinerja operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus melalui audit manajemen. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan analisis dokumen pembukuan serta laporan keuangan perusahaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa meskipun fungsi akuntansi secara umum telah berjalan dengan baik, terdapat kelemahan signifikan berupa praktik rangkap jabatan, ketiadaan Manual Akuntansi tertulis, belum tersedianya Buku Serba-serbi untuk transaksi non-rutin, dan sistem pencatatan yang belum terintegrasi (semi-manual). Hal ini berisiko menyebabkan inkonsistensi pelaporan dan keterlambatan penyajian informasi keuangan. Sistem akuntansi PT XX sudah cukup andal namun memerlukan penguatan pada aspek administrasi formal dan digitalisasi sistem untuk mencapai efisiensi maksimal. Perusahaan direkomendasikan untuk segera menyusun Manual Akuntansi resmi, mengimplementasikan software akuntansi terintegrasi (ERP sederhana), melakukan rekonsiliasi bank secara periodik, serta memberikan pelatihan berkelanjutan bagi staf akuntansi untuk menghadapi transisi sistem digital