Pengenalan dan pelestarian Aksara Lontara Bugis sebagai warisan budaya dan identitas masyarakat Sulawesi Selatan sangatlah penting. Namun dalam pelaksanaannya, eksistensi aksara ini kian tergerus karena rendahnya minat generasi muda yang disebabkan oleh metode pembelajaran konvensional. Umumnya, pembelajaran di sekolah masih didominasi oleh hafalan dan latihan tulis manual yang monoton telah menciptakan persepsi bahwa aksara Lontara adalah entitas yang abstrak, sulit, dan tidak relevan dengan kehidupan modern. Akibatnya, terjadi diskoneksi budaya di mana banyak mahasiswa atau kaum muda Bugis kehilangan kemampuan untuk membaca Lontara. Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan mengembangkan media edukasi interaktif berupa gim berbasis Augmented Reality bernama "LontARa", serta menguji kelayakan dan efektivitasnya dalam memulihkan kemampuan literasi aksara. Penelitian ini menggunakan metode Iterative Rapid Prototyping dengan pengembangan aplikasi menggunakan Unity Engine dan Vuforia SDK. Kualitas produk dievaluasi melalui tiga tahap: uji Black Box, uji pengalaman pengguna menggunakan Game User Experience Satisfaction Scale (GUESS) terhadap 20 responden, dan uji efektivitas menggunakan desain Pretest-Posttest Control Group terhadap 14 responden. Hasil pengujian Black Box menunjukkan sistem valid 100%. Evaluasi pengalaman pengguna menunjukkan respons sangat positif, dengan skor tertinggi pada aspek Enjoyment (4.83) dan Personal Gratification (4.62), yang mengindikasikan tingginya motivasi intrinsik pengguna. Hasil uji statistik membuktikan bahwa "LontARa" secara signifikan lebih efektif dibanding media konvensional, ditunjukkan dengan skor N-Gain 0.42 (Kategori Sedang) pada kelompok eksperimen berbanding 0.22 (Kategori Rendah) pada kelompok kontrol. . Validitas peningkatan ini dikonfirmasi melalui uji hipotesis, di mana uji beda Independent Sample T-Test menghasilkan p-value = 0.000787 dan uji Paired Sample T-Test menghasilkan p-value = 0.000019. Disimpulkan bahwa integrasi teknologi AR efektif mereduksi beban kognitif dan meningkatkan retensi pemahaman aksara Lontara bagi generasi muda.