Reviana, Putri Aualia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Pendidikan Inklusi melalui Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Asna, Umniyah Labibatul; La’aly, Nasywa Qorriayna; Reviana, Putri Aualia; Lutfiyah, Halimatu; Fitriyah, Dewi Niswatul
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1874

Abstract

Implementasi pendidikan inklusi melalui pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama terkait kesiapan sumber daya manusia, sistem pendukung, serta pemahaman pendidik terhadap karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus, sehingga pelaksanaannya belum berjalan optimal sesuai standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan inklusi melalui pembelajaran berdiferensiasi, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan solusi atas hambatan yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan inklusi melalui pembelajaran berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman Standar Nasional Pendidikan, meskipun penerapannya memberikan dampak positif terhadap partisipasi dan capaian belajar peserta didik berkebutuhan khusus. Faktor pendukung utama adalah komitmen sumber daya manusia, sedangkan faktor penghambat meliputi kurangnya keterbukaan orang tua, lemahnya administrasi pendidikan, keterbatasan guru pembimbing khusus, minimnya sarana dan prasarana, serta rendahnya pemahaman pendidik terhadap pendidikan inklusi, sehingga solusi yang dilakukan mencakup sosialisasi kepada orang tua, pelatihan administrasi dan kompetensi guru, perekrutan guru pembimbing khusus, serta penentuan skala prioritas pemenuhan sarana dan prasarana.