Lutfiyah, Halimatu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pendidik dalam Membangun Karakter Nasionalis Murid SD/MI Nasywa Qorriayna La’aly; Yulia, Nurul Mahruzah; Putri, Erly Sintia; Lutfiyah, Halimatu; Wulandari, Siti Dwi Safitri
Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2025): Cipulus Edu
Publisher : STAI Al Badar Cipulus Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang peran pendidik dalam membangun karakter nasionalis murid SD/MI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kepustakaan, atau biasa disebut dengan literature review yang didasarkan oleh buku-buku, hasil penelitian, jurnal, dan artikel yang terkait dengan evaluasi pendidikan dan pembelajaran. Pencarian di database dilakukan mulai dari bulan Mei 2025. Hal itu bertujuan untuk memberikan wawasan kepada pembaca mengenai pengertian karakter yaitu sifat moral melekat dalam diri, sedangkan nasionalis adalah sikap cinta bangsa dan perjuangan bersama mencapai kemajuan dan persatuan, Pendidikan karakter menanamkan nilai Pancasila, guru berperan penting sebagai teladan, motivator, fasilitator, evaluator, dan pembimbing dalam membentuk karakter siswa. Penanaman karakter nasionalisme dilakukan melalui integrasi pelajaran, teladan guru, kegiatan ekstrakurikuler, upacara bendera, dan lingkungan sekolah berbasis budaya nasional yang menumbuhkan cinta tanah air dan persatuan. Guru juga berperan penting menanamkan nasionalisme melalui kompetensi kognitif, sikap, dan kinerja. Tantangan meliputi waktu, kemampuan, globalisasi, dan evaluasi. Faktor pendukung berupa dukungan lingkungan dan fasilitas, sementara hambatan mencakup pemahaman siswa, keterlibatan, dan keterbatasan teknologi.. Semoga tulisan ini dapat dijadikan sebagai penambah wawasan pembaca dan pendidik maupun calon pendidik.
Implementasi Pendidikan Inklusi melalui Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Asna, Umniyah Labibatul; La’aly, Nasywa Qorriayna; Reviana, Putri Aualia; Lutfiyah, Halimatu; Fitriyah, Dewi Niswatul
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1874

Abstract

Implementasi pendidikan inklusi melalui pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama terkait kesiapan sumber daya manusia, sistem pendukung, serta pemahaman pendidik terhadap karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus, sehingga pelaksanaannya belum berjalan optimal sesuai standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan inklusi melalui pembelajaran berdiferensiasi, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan solusi atas hambatan yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan inklusi melalui pembelajaran berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman Standar Nasional Pendidikan, meskipun penerapannya memberikan dampak positif terhadap partisipasi dan capaian belajar peserta didik berkebutuhan khusus. Faktor pendukung utama adalah komitmen sumber daya manusia, sedangkan faktor penghambat meliputi kurangnya keterbukaan orang tua, lemahnya administrasi pendidikan, keterbatasan guru pembimbing khusus, minimnya sarana dan prasarana, serta rendahnya pemahaman pendidik terhadap pendidikan inklusi, sehingga solusi yang dilakukan mencakup sosialisasi kepada orang tua, pelatihan administrasi dan kompetensi guru, perekrutan guru pembimbing khusus, serta penentuan skala prioritas pemenuhan sarana dan prasarana.