Bonita, Centra
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Prevalensi Pelecehan Seksual Pada Anak Disabilitas Intelektual: Systematic Literature Review Bonita, Centra; Marlina, Marlina; Rahmahtrisilvia, Rahmahtrisilvia; Mahdi, Arisul
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1957

Abstract

Pelecehan seksual pada anak dengan disabilitas intelektual merupakan isu serius yang sering terabaikan akibat keterbatasan komunikasi, pemahaman sosial, serta minimnya pendidikan seksual. Kondisi ini menjadikan anak dengan disabilitas intelektual lebih rentan dibandingkan anak pada umumnya. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi, faktor risiko, serta bentuk pelecehan seksual yang dialami anak dengan disabilitas intelektual melalui systematic literature review (SLR). Penelusuran dilakukan pada basis data Scopus dengan rentang tahun publikasi 2015–2025 menggunakan pedoman PRISMA. Dari 102 artikel yang diperoleh, 13 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut dengan bantuan perangkat Bibliometrix dan Biblioshiny pada RStudio. Hasil analisis menunjukkan bahwa prevalensi pelecehan seksual pada anak dengan disabilitas intelektual berada pada kisaran 10%–40%, dengan risiko empat hingga delapan kali lebih tinggi dibandingkan anak tanpa disabilitas. Faktor penyebab dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori utama, yaitu faktor individu, faktor keluarga, faktor lingkungan, serta faktor sosial dan budaya. Bentuk pelecehan yang dominan meliputi pelecehan fisik, verbal, nonverbal, visual, hingga psikologis, dengan dampak signifikan terhadap kondisi emosional dan perkembangan anak. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam menyediakan bukti empiris komprehensif mengenai prevalensi pelecehan seksual pada anak dengan disabilitas intelektual yang dapat dijadikan dasar bagi intervensi kebijakan, pendidikan, dan perlindungan anak.