Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Peningkatan Kadar Kolesterol dengan Derajat Keparahan Osteoarthritis Fredianto, Meiky
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 17 No 1: January 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kadar kolesterol total dengan tingkat keparahan osteoarthritis  (OA) berdasarkan sistem derajat Kellgren-Lawrence dan Skor WOMAC. Jenis penelitian ini menggunakan menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional study yang dilakukan pada 30 sampel terdiagnosis OA. Sampel dilakukan pemeriksaan kadar kolesterol total dan tingkat keparahan OA secara objektif dari gambaran radiologi kerusakan sendi dengan menggunakan derajat Kellgren-Lawrence dan secara subjektif dari gejala klinis dengan menggunakan skor WOMAC. Pada penelitian ini sampel berjumlah 30 orang yang terdiagnosis OA dengan usia lebih dari 40 tahun, didapatkan 8 orang (26,7%) memiliki kadar kolesterol normal, 12 orang (40%) dengan borderline tinggi, dan 10 orang (33,3%) dengan hiperkolsterol. Berdasarkan jumlah sampel yang memiliki kadar kolesterol normal, berada pada grade III dan IV berdasarkan gambaran radiologi kerusakan sendi yaitu 3 orang (37,5%) dengan kategori tingkat keparahan sedang berdasarkan gejala klinis 4 orang (50%). Sedangkan kolesterol borderline tinggi berada pada grade II yaitu 4 orang (33,3%) dengan kategori tingkat keparahan sedang berdasarkan gejala klinis, yaitu 7 orang (58, 3%), sedangkan untuk hiperkoleterol berada pada grade II yaitu 4 orang (40%) dengan kategori tingkat keparahan ringan dan berat berdasarkan gejala klinis, yaitu 4 orang (40%). Kadar kolesterol darah dengan tingkat keparahan OA dilihat dari gambaran radiologi didapatkan nilai p=0,692 dan nilai p=0,280. Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara peningkatan kadar koleterol dengan derajat keparahan OA baik secara objektif dilihat dari gambaran ragiologis maupun secara subjektif dilihat dari skor WOMAC.
PENANGANAN CEDERA OLAHRAGA DENGAN METODE RICE Meiky Fredianto; Hafni Zuchra Noor
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.278 KB) | DOI: 10.18196/ppm.36.316

Abstract

Olahraga merupakan suatu gaya yang bekerja pada tubuh atau sebagian dari tubuh yang melampui kemampuan tubuh untuk mengatasinya. Dari kegiatan olahraga tersebut bisa terjadi cedera, baik karena jatuh, benturan ataupun salah gerak. Cedera olahraga (sport injury) adalah segala macam cedera yang timbul, baik pada waktu latihan maupun pada waktu berolahraga (pertandingan) ataupun sesudah pertandingan. Cedera olahraga biasanya terkena pada bagian tulang, otot, tendo serta ligamentum. Metode RICE merupakan suatu metode penanganan cedera, yang bertujuan untuk mencegah cedera lebih lanjut dan mengurangi rasa nyeri. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan bekal keilmuan dalam bidang penanganan cedera olahraga dengan metode RICE pada Rukun Krida Muda (RKM) di Desa Guyangan, secara teoretis dan praktis dalam meningkatkan pengetahuan penanganan cedera olaharaga di lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu 27 September 2020 di desa Guyangan, Nogotirto. Metode yang digunakan dengan sosialisasi dan pelatihan yang disampaikan kepada Rukun Krida Muda (RKM) secara langsung namun tetap menerapkan protokol kesehatan secara tertib. Materi yang disampaikan pada sosialisasi ini adalah tentang penanganan cedera olahraga melalui dengan metode rice dan dilanjutkan pelatihan penanganan, didahului dengan sosialisasi sebelum diadakan pelatihan dan pengisian kuesioner di akhir kegiatan setelah mendapatkan perlakuan berupa sosialisasi. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang. Hasil Kegiatan pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini adalah sebagai berikut: 1) kegiatan sosialisasi penanganan cedera olahrga dengan metode RICE terlaksana dengan baik yang ditunjukan dengan tingkat keaktifan bertanya peserta dan 2) kegiatan pelatihan terlaksana dengan baik, setelah diberikan kuesioner sebanyak 14 responden (70%) menunjukan kenaikan pemahaman penanganan cedera dan sebanyak 6 responden (30%) masih belum menunjukan kenaikan pemahaman yang signifikan. Dapat disimpulkan ada perbedaan pengetahuan tentang penanganaan cedera olahraga dengan metode RICE setelah melakukan pelatihan.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN DAN PENANGANAN CIDERA LUKA BAKAR Nicko Rachmanio; Meiky Fredianto
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.588 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.632

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang berjudul “Upaya Peningkatan Pengetahuan Pencegahan dan Penanganan Cedera Luka Bakar” dilaksanakan pada hari Minggu 04 Juli 2021 pada pukul 14:00-15:30 WIB. Metode yang digunakan melalui seminar online via Zoom meeting kepada masyarakat di kampung Guyangan, Nogotirto, Gamping, Sleman. Materi yang diberikan berupa materi pengetahuan tentang pencegahan cedera luka bakar dan penanganannya yang didahului dengan melakukan pretest untuk mengukur pengetahuan responden sebelum diadakan seminar dan posttest di akhir kegiatan setelah mendapatkan perlakuan berupa seminar. Bentuk pretest dan posttest menggunakan kuesioner. Kegiatan ini diikuti oleh 14 orang dengan menggunakan media online. Bentuk kegiatan pengabdian disesuaikan dengan situasi yang ada, dimana tidak memungkinkannya dilakukan kegiatan dengan berkumpul seperti kegiatan pengabdian masyarakat pada umumnya. Selanjutnya hasil pretest dan posttest dihitung menggunakan metode Paired T Test. Hasil evaluasi peserta menunjukkan adanya peningkatan, dengan hasil pretest sebagian besar responden mempunyai pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan luka bakar dalam kategori kurang, yaitu 10 responden (71,4%), kategori cukup 4 responden (28,6%) dan tidak ada yang masuk dalam kategori baik. Hasil posttest diperoleh 10 responden kategori baik (71,4%), kategori cukup sebanyak 4 responden (28,6%) dan tidak ada yang termasuk dalam kategori kurang . Uji test didapatkan nilai 0,001 (p < 0,05), sehingga H0 ditolak, sehingga disimpulkan ada perbedaan pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan luka bakar antara sebelum dan sesudah kegiatan. Target Luaran yang diharapkan dalam pengabdian masyarakat ini adalah berupa video edukasi pencegahan dan penanganan luka bakar bagi masyarakat umum.